INTERNASIONAL

[REVIEW] 'DUNKIRK'

Potret Kengerian Perang Dalam Balutan Drama Minim Dialog
Kamis, 27 Juli 2017 14:35  | 

Tom Hardy


Potret Kengerian Perang Dalam Balutan Drama Minim Dialog
Slash Film

KapanLagi.com - By. Agista Saraswati [Spoiler Alert]

Perang dan sejarah seolah menjadi gudang ide bagi para sineas baik dalam maupun luar negeri. Kali ini sutradara yang populer dengan kejeniusan meramu jalan cerita, Christopher Nolan, menyuguhkan satu film bertema perang. Diangkat dari kisah nyata sejarah Battle of Dunkirk, Nolan menggandeng Fionn Whitehead, Harry Styles, Tom Hardy, dan Cillian Murphy untuk proyek kali ini.

Premis cerita DUNKIRK sederhana, bertahan hidup. Bermula dari kisah seorang tentara muda bernama Tommy (Fionn Whitehead) yang berusaha untuk kembali pulang. Di tengah perjalanannya kembali ke Inggris, Tommy bertemu dengan seorang tentara lain, Gibson (Aneurin Barnard). Di sinilah perjalanan darat kedua tentara ini dimulai hingga bertemu Alex (Harry Styles).

Lalu ada perjalanan di lautan yang melibatkan seorang warga sipil Inggris. Mr. Dawson (Mark Rylance) menerima tugas dari angkatan laut Inggris untuk menjemput para tentara yang terdampar di DUNKIRK. Penjemputan oleh kapal sipil ini bukan tanpa sebab melainkan untuk menjamin keselamatan para tentara yang hendak dievakuasi.

Harry Styles memang bukan pemeran utama dalam DUNKIRK tapi dia mampu menghidupkan karakternya dengan apik  Warner BrosHarry Styles memang bukan pemeran utama dalam DUNKIRK tapi dia mampu menghidupkan karakternya dengan apik Warner Bros

Dalam perjalanan tersebut, Mr. Dawson menyelamatkan dua orang pilot yang pesawat Spitfire, Collins (Jack Lowden) dan Kapten Pesawat Fortis (Cillian Murphy). Sebelumnya dua orang pilot ini bertugas untuk menghalau pesawat-pesawat musuh menjatuhkan bom, keduanya bekerja sama dengan Farrier (Tom Hardy), satu-satunya pilot yang bertahan hingga akhir. Bagian ini disebut sebagai bagian udara.

Bukan Nolan namanya bila tidak membalut filmnya dengan berbagai spekulasi dan teori. Dari tiga bagian tersebut ternyata ada pembagian waktu yang berbeda. Scene penyelamatan di daratan memakan waktu satu minggu, di lautan satu hari, dan di udara hanya satu jam.

Terlepas dari teori waktu yang sedikit membingungkan tersebut, Nolan dapat menghadirkan emosi tentara perang dengan sangat baik meski minim dialog. Ada dua hal yang mendukung penyampaian emosi dari DUNKIRK, yang pertama adalah musik ramuan Hans Zimmer lalu ekspresi masing-masing cast.

Awalnya kemunculan Harry Styles dalam DUNKIRK sempat diremehkan, apalagi ini adalah debut akting Harry untuk pertama kalinya. Di luar ekspektasi, Harry Styles justru menyuguhkan performa yang patut diapresiasi. Sang tokoh utama perjalanan darat, Fionn Whitehead pun mencuri perhatian dan mengaduk-aduk emosi penonton.

Fionn Whitehead pun dapat mengaduk-aduk emosi penonton hanya dengan ekspresi minim dialog  Warner BrosFionn Whitehead pun dapat mengaduk-aduk emosi penonton hanya dengan ekspresi minim dialog Warner Bros

Ketimbang disebut sebagai film perang, DUNKIRK lebih tepat disebut sebagai film drama. Film ini tidak menyuguhkan adegan tembak-menembak berlumuran darah karena memang mengangkat tema survival. Memang tak mudah menikmati film Nolan tapi DUNKIRK mengalir apa adanya.

Film ini bahkan lebih mengalir tanpa membuat penonton merasa pusing memikirkan alur cerita padahal tersimpan rahasia besar seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, permainan waktu. Bagi sebagian orang mungkin film semacam DUNKIRK membosankan.

Jika ditilik dari sepak terjang Nolan dalam menghasilkan film mindblowing dengan tone gelap, DUNKIRK memang lebih singkat dan ringan. Jangan harap ada plot twist karena film ini memang diangkat dari kisah nyata yang tak kuasa diubah oleh sang sutradara. However, Nolan tetap bisa menyampaikan betapa ngerinya menjadi tentara yang terjun di medan perang, betapa depresinya seorang tentara menemukan jalan 'pulang'.

Jadi buat kalian yang belum menonton DUNKIRK, jangan berharap lebih. Kalau sudah memutuskan untuk menontonnya maka nikmatilah alurnya, jangan overthinking. Sesungguhnya Nolan tidak ingin kita membuat berpikir tapi merasa.

(kpl/agt)