INTERNASIONAL

[REVIEW] 'LA LA LAND'

Kisah Magis Pianis Jazz dan Wanita yang Ingin Menjadi Aktris
Selasa, 17 Januari 2017 11:10  | 

Emma Stone


Kisah Magis Pianis Jazz dan Wanita yang Ingin Menjadi Aktris
Ryan Gosling & Emma Stone dalam LA LA LAND/©Istimewa

KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Mimpi ada untuk diraih. Nampaknya ungkapan tersebut diaplikasikan Mia (Emma Stone) dalam usahanya menjadi seorang aktris film. Puluhan casting tak pernah berhenti ia datangi walau selalu diakhiri dengan sakit hati. Musisi idealis bernama Sebastian (Ryan Gosling) juga menerapkan ungkapan yang sama demi impian mempunyai club Jazz sendiri.

Berlatar hiruk pikuk kota Los Angeles, Mia dan Sebastian yang tak saling mengenal kemudian dipertemukan dalam serangkaian 'meet cute'. Meski awalnya melakukan penolakan, keduanya lalu dekat dan berusaha meraih mimpi bersama.

Dari segi cerita, LA LA LAND sebenarnya menawarkan menu rom-com cliche. Tapi kisah cinta Mia dan Sebastian yang sederhana itu menjadi sangat indah ketika ditulis skenarionya dan dituangkan menjadi suguhan film musikal oleh Damien Chazelle yang begitu passionate akan Jazz. Hal ini sangat terasa dalam sebuah dialog Keith, karakter yang dimainkan John Legend, kepada Sebastian di salah satu scene. "How are you gonna be a revolutionary if you're such a traditionalist? You hold onto the past, but Jazz is about the future."

Mendengar tajuk musikal, pasti bakal terasa asing bagi sebagian orang. Tapi percayalah, yang merasa film model ini begitu aneh (ketika kamu melihat aktor dan aktris tiba-tiba bernyanyi dan menari) akan mudah dibuat jatuh cinta bahkan sejak menit pertama. Tepatnya ketika opening spektakuler di mana banyak orang keluar dari mobil dan kemudian menari di tengah kemacetan lalu lintas.

Chazelle adalah jenis sutradara yang tahu apa keinginannya. Setelah WHIPLASH (2014), LA LA LAND bukti bahwa pria kelahiran Rhode Island tersebut konsisten dalam mewujudkan keinginan membuat film penuh emosi dengan rasa magis yang akan tertinggal lama di benak penonton. Kisah cinta pasangan pemimpi yang diciptakan begitu melenakan, membuat bersenang-senang pada awalnya dan kemudian menghancurkan hati hingga pecah berserakan.

Chemistry Ryan dan Emma memang tak berhenti menebar pesona/©impawards. comChemistry Ryan dan Emma memang tak berhenti menebar pesona/©impawards. com

Semua itu terjadi berkat chemistry 'couple on the screen' Emma Stone serta Ryan Gosling yang lagi-lagi dipasangkan dan tak pernah berhenti menebarkan pendar pesona. Serta tak lupa departemen musik oleh Justin Hurwitz, sinematografi oleh Linus Sandgren serta tim artistik yang membuat film ini begitu ajaib. Cinema experience yang diberikan dalam durasi 128 menitnya sukses menoreh keindahan yang rasanya sulit dicari tandingan hingga beberapa tahun ke depan.

LA LA LAND adalah persembahan manis Damien Chazelle pada musik Jazz, juga kepada film-film musikal Hollywood zaman dulu yang kemudian ia jadikan tribute. Serta tak lupa dipersembahkan kepada mimpi yang memang harus dikejar bagaimana pun keadaannya. Karena apalah artinya hidup jika tidak memiliki mimpi? 

(kpl/abs/tch)