INTERNASIONAL

[REVIEW] 'LOGAN'

Perpisahan Manis Hugh Jackman Bagi Penggemar Wolverine
Senin, 06 Maret 2017 18:52  | 

Hugh Jackman


Perpisahan Manis Hugh Jackman Bagi Penggemar Wolverine
© foxmovies.com

KapanLagi.com - [SPOILER ALERTS]

By: Agista Rully

Wolverine mungkin jadi salah satu hero legendaris Marvel. Bagaimana tidak? Sejak franchise awal X-Men diproduksi, Wolverine sudah mendapatkan spotlight sebagai the hero of the heroes. Mulai dari X-MEN hingga DAYS OF FUTURE PAST, Wolverine selalu jadi penyelamat.

Simak saja di X-MEN: THE LAST STAND, hanya Wolverine yang dapat menyelamatkan para mutan dari kekuatan super Jean Grey meski akhirnya dia harus rela membunuh kekasihnya dengan tangannya sendiri. Di DAYS OF FUTURE PAST, Wolverine juga berhasil mempengaruhi Charles Xavier muda untuk membujuk Mystique agar tak membunuh Bolivar Trask. Berbeda dengan lakon Marvel lain yang cenderung bergantian, seperti Iron Man, Captain America, Black Widow, atau Hawkeye misalnya.

Hugh Jackman memerankan Wolverine yang sudah tua dan rapuh dalam LOGAN © cgmeetup.netHugh Jackman memerankan Wolverine yang sudah tua dan rapuh dalam LOGAN © cgmeetup.net

X-Men sendiri merupakan salah satu franchise yang sukses, baik triloginya hingga prekuelnya. Hal ini ditengarai dari pendapatan yang diraup oleh Franchise ini, sedikitnya satu serial X-Men memiliki pemasukan dua kali lipat dari budget produksi. X-MEN: THE LAST STAND diproduksi dengan budget US$ 210 juta (Rp 2 Triliun) dan mendapatkan pendapatan US$ 459 juta (Rp 6 Triliun). Sementara pendapatan franchise X-Men terbesar adalah DAYS OF FUTURE PAST yang meraup US$ 747 juta (Rp 9 Triliun) atau lebih dari 3 kali lipat budget produksi.

Menyusul kesuksesan X-Men, rupanya sang 'tokoh utama' yakni Wolverine sampai dibuatkan film tersendiri a.k.a Spin Off. Sama seperti film induknya, spin off Wolverine juga meraih pendapatan yang tak main-main. Dimulai dari WOLVERINE: ORIGINS yang berhasil mendapatkan US$ 374 juta (Rp 4 Triliun) dari budget produksi US$150 juta (Rp 2 Triliun). Dan juga THE WOLVERINE yang meraup US$ 416 juta (Rp 5 Triliun) dari biaya produksi US$ 115 juta (Rp 1.5 Triliun).

Hingga saat ini, total telah terdapat 3 film Spin Off Wolverine yang diproduksi Hollywood. WOLVERINE: ORIGINS, yang menceritakan asal mula Logan jadi mutan, siapa keluarganya, siapa cinta pertamanya, siapa yang membuatnya jadi berotot kawat dan bertulang besi. WOLVERINE: ORIGINS sebetulnya tak terlalu buruk hanya saja film ini termasuk gagal meraih minat penonton, terbukti dari rating Rotten Tomatoes yang rendah yakni 38%. Namun tanpa film ini, spin off Deadpool yang diperankan oleh Ryan Reynolds tak mungkin dibuat.

Lalu ada THE WOLVERINE yang menceritakan kehidupan Wolverine pasca membunuh kekasihnya sendiri, Jean Grey, dalam X-MEN: THE LAST STAND. Dalam film keluaran 2013 ini, Wolverine mulai digambarkan sebagai sosok yang rapuh karena kegalauan dan berusaha untuk move on. Lalu terakhir ada LOGAN yang baru dirilis 3 Maret 2017 lalu. Bagaimana Wolverine digambarkan dalam LOGAN? Simak penjelasan berikut.

Wolverine nampaknya akan digantikan setelah mutan baru, X-23, muncul dengan kemampuan mirip dengan Wolverine © slashfilmWolverine nampaknya akan digantikan setelah mutan baru, X-23, muncul dengan kemampuan mirip dengan Wolverine © slashfilm

Setting LOGAN adalah pada tahun 2029, selang 25 tahun dari kehidupan Wolverine terakhir yang mungkin dihitung dari X-MEN: THE LAST STAND pasca tragedi Westchester. Wolverine tak lagi menjadi sosok pahlawan gagah, gahar, dan tak mudah ditaklukkan. Wolverine terkenal sebagai salah satu mutan terkuat karena mahir dalam pertarungan jarak dekat, refleks cepat, dan gerakan yang lincah. Well, usia telah menggerogoti tubuh Wolverine. Semua orang menua, mutan pun demikian.

Wolverine (Hugh Jackman) memang memiliki kemampuan regenerasi. Namun kemampuan ini dirasa terlalu tak masuk akal bila membuat sang superhero bercakar besi tersebut selalu tampak muda. Untuk itu produser ingin menghadirkan Wolverine yang tak lagi muda, kuat, dan gahar. Tak hanya Wolverine, Profesor Charles (Patrick Stewart) pun demikian, mutan kelas 5 dengan kemampuan telepati ini semakin menua. Sama seperti manusia biasa, mutan juga dapat mengidap penyakit tak terkecuali Profesor Charles. Manusia dengan otak terkuat di bumi ini mengidap penyakit otak serius. Bisa bayangkan bagaimana bila sosok dengan telepati terkuat di bumi sakit otak? Tentu saja hal ini mempengaruhi kemampuan Profesor Charles mengendalikan hampir seluruh manusia di dunia. Berbahaya bukan?

Munculnya X-23 merupakan masalah utama dalam LOGAN. Sebab X-23 merupakan mutan anak-anak yang diburu oleh kelompok tak bertanggung jawab © Alamo DrafthouseMunculnya X-23 merupakan masalah utama dalam LOGAN. Sebab X-23 merupakan mutan anak-anak yang diburu oleh kelompok tak bertanggung jawab © Alamo Drafthouse

Namun masalah dalam LOGAN bukan hanya usia, masalah sebenarnya baru muncul ketika seorang wanita Meksiko, Gabriela (Elizabeth Rodriguez), tiba-tiba mendatangi Wolverine yang sudah renta dan tak sanggup bertarung lagi. Rupanya Wolverine tak sendiri, dia telah mewariskan spesialisasi genetiknya pada seorang gadis yang sebetulnya tak punya hubungan darah sama sekali dengannya, X-23, atau Laura Kinney (Dafne Keen).

Kemunculan Laura membuat Wolverine kembali menghadapi sosok-sosok pembuat mutan seperti William Striker, yakni Transigen yang dipimpin oleh Dr. Zander Rice (Richard E. Grant). Laura jugalah yang membuat Wolverine terlihat sebagai sosok lain, yakni sosok yang manusiawi, jauh dari kata kuat seperti yang menancap di stigma para penggemarnya. 

Terlepas dari serentetan keburukan THE WOLVERINE yang hanya mendapatkan rating 6.7 versi IMDB atau WOLVERINE: ORIGINS yang hanya mengantongi rating 3.8, LOGAN benar-benar memberikan akhir spin off yang manis, mengharukan, menyedihkan, sekaligus membuat penonton geregetan. Enough to give proper good bye for our honorable Hugh Jackman and Patrick Stewart duo. Film ini sebetulnya lebih serius dari film Marvel pada umumnya, aura gelap lebih terasa dan minim adegan konyol. Meski mengangkat plot yang cukup serius, jokes masih terselip dan membuat film ini tetap asyik untuk dinikmati.

LOGAN mendapatkan respon positif dari berbagai aspek, baik dari segi musik, plot, ataupun akting © drafthouse.comLOGAN mendapatkan respon positif dari berbagai aspek, baik dari segi musik, plot, ataupun akting © drafthouse.com

Kalau boleh jujur, skenario LOGAN terbilang sebagai skenario terbaik dari 3 seri Wolverine yang pernah dibuat. Tak heran bila kini LOGAN mengantongi rating tertinggi dari dua film pendahulunya, yaitu 8.7 dari IMDB dan 94% dari rotten tomattoes.

Meski demikian tak ada gading yang tak retak, masih ada banyak pertanyaan yang tak terjawab dalam film ini dan membuat film ini sendiri seolah memiliki lubang. Seperti kenapa Wolverine tiba-tiba jalannya pincang? Batuk-batuk? Dan beberapa pertanyaan lainnya. Sebagian pertanyaan terjawab namun sebagian lainnya tidak.

Akting semua pemeran dalam LOGAN juga patut diacungi jempol. Tak ada yang kurang, tak ada yang berlebihan, semua pas pada tempatnya dan memiliki pembagian peran yang semestinya. Percayalah, setelah nonton film ini kalian pasti bakal kangen berat dengan sosok Wolverine dalam LOGAN. Akting Dafne Keen juga tak bisa dianggap remeh. Kalaupun benar spin off Wolverine akan dilanjutkan oleh X-23, Dafne Keen merupakan pilihan yang tepat. Dan for sure, she made us fell in love with her acting in LOGAN.

Akting Dafnee Keen mencuri perhatian dalam LOGAN. Menebus perjuangan sang sutradara yang rela mencari sosok X-23 hampir di seluruh belahan dunia © nerdist.comAkting Dafnee Keen mencuri perhatian dalam LOGAN. Menebus perjuangan sang sutradara yang rela mencari sosok X-23 hampir di seluruh belahan dunia © nerdist.com

Berbicara tentang akting, emosi yang dihadirkan oleh chemistry Laura dan Wolverine adalah hal terbaik yang muncul di film ini. Akting Patrick Stewart juga tak bisa diragukan lagi. Belum lagi ramuan musik khas country yang sangat cocok dengan imej Wolverine dan juga efek grafis yang digarap dengan apik. Karena menyandang rating R alias rating yang dikhususkan untuk dewasa, adegan aksi dalam LOGAN sangatlah sadis. Tak heran bila LOGAN menyandang predikat THE MOST SAVAGE WOLVERINE'S MOVIE EVER!

Overall, LOGAN is a must see. Meskipun tak ada twist atau bahkan credit scene, film ini adalah film Wolverine paling emosional. Dan seharusnya seperti inilah seorang pahlawan dibuat, manusiawi, realistis, nyata, dan dekat. Kalian yang belum nonton harus nonton!

(kpl/agt)