INTERNASIONAL

[Review] 'LES MISÉRABLES', Keputusasaan Syahdu

Sabtu, 26 Januari 2013 15:00  | 

Anne Hathaway


[Review] 'LES MISÉRABLES', Keputusasaan Syahdu
Foto: Working Title




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Victor Hugo adalah penyair kebanggaan Perancis yang dikenal berkat novel bertajuk Les Misérables. Novel yang pertama kali terbit pada tahun 1862 tersebut sudah beberapa kali diadaptasi dalam berbagai medium. Sutradara Raymond Bernard-lah yang pertama kali membawa kisah Jean Valjean ke dalam bentuk audio visual hitam putih pada tahun 1934.

Kini di tangan Tom Hooper yang pada 2010 lalu sukses dengan raja gagap, THE KING'S SPEECH, kisah sendu Jean Valjean kembali hadir dengan pendekatan drama panggung musikal Alain Boublil dan Claude-Michel Schönberg. Yup, Hooper akan membawa kita pada petualangan sinematik yang unik dan berbeda.

Beberapa orang kemungkinan takkan mudah jatuh cinta begitu saja dengan penyajian Hooper yang cenderung beresiko ini. Tapi pria kelahiran Inggris tersebut rupanya mampu membius penonton supaya enggan bangkit dari kursi.

Bersetting pada abad ke-19, LES MISÉRABLES dibuka oleh bebasnya Jean Valjean (Hugh Jackman) setelah 19 tahun dikurung karena mencuri sepotong roti. Awalnya dengan identitas sebagai walikota, kebebasan tersebut diharap mampu mengubah Jean menjadi manusia baru. Sayangnya, inspektur polisi bernama Javert (Russell Crowe) tak mau melihat pria tersebut bahagia sehingga berusaha keras mengurungnya kembali.

Lantaran enggan mengulang masa lalu, Jean kabur membawa anak titipan Fantine (Anne Hathaway), seorang gadis mungil bernama Cossete. Bersama Cossete-lah Jean memulai babak baru petualangan demi mengakhiri keputusasaannya.

LES MISÉRABLES versi Hooper ini merupakan drama musikal yang indah dan megah. Dari segi tampilan begitu dijaga detailnya. Membuat hampir 3 jam durasi menjadi sangat menyentuh dan syahdu.

Akting serta eksplorasi para pemain juga patut diacungi jempol. Terlebih saat di sepanjang film mereka dituntut untuk bernyanyi layaknya tampil sungguhan di atas panggung dan disaksikan banyak pasang mata secara langsung.

Sayangnya alur cerita sedikit tersendat di beberapa bagian sehingga kenikmatan untuk menonton sedikit terganggu. Belum lagi eksekusi Amanda Seyfried sebagai Cossete dewasa nampak kurang lepas, membuat nilai minor film ini bertambah.

Namun, jika kita mau mengabaikan kekurangan tersebut, LES MISÉRABLES akan menjadi tontonan musikal yang berbeda dan unik. Pengalaman sinematik yang jarang kita jumpai dan bakal memabukkan.

(kpl/abs)