INTERNASIONAL

[Review] 'THE HOBBIT', Mereka Ulang Perjalanan 60 Tahun Lalu

Senin, 17 Desember 2012 18:11  | 

Ian McKellen


[Review] 'THE HOBBIT', Mereka Ulang Perjalanan 60 Tahun Lalu
New Line Cinema




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Hampir satu dekade berlalu sejak seri ketiga dari THE LORD OF THE RINGS (TLOTR) bertajuk RETURN OF THE KING rilis pada tahun 2003. Kini, di akhir tahun 2012 Peter Jackson kembali membawa kita mengunjungi middle earth.

Sebagai sebuah awal dari trilogi baru, prekuel ini berkisah 60 tahun lalu sebelum Frodo berhasil menghancurkan cincin di Mordor. Bilbo Baggins (Martin Freeman) ditunjuk oleh Gandalf (Ian McKellen) sebagai pelengkap petualangan bersama 13 kurcaci yang dipimpin oleh Thorin (Richard Armitage) dalam merebut kembali Lonely Mountain yang dihuni oleh seekor naga bernama Smaug.

Kira-kira seperti itulah plot pada seri pertama ini. Selebihnya hanya tambal sulam untuk menyatukan THE HOBBIT dengan trilogi TLOTR. Sepertinya hadirnya karakter-karakter ikonik yang akan membuatmu kembali bernostalgia. Sebut saja kehadiran Frodo, Saruman dan tentu saja Gollum (Andy Serkis).

Firstly, merasa begitu skeptis saat mengetahui bahwa film ini akan dipecah menjadi 3 bagian mengingat bukunya tak kurang dari 400 halaman. Namun anggapan tersebut runtuh lantaran penyajian Peter Jackson berhasil mengembangkan buku karangan J.R.R Tolkien bersama Fran Walsh, Philippa Boyens dan Guillermo del Toro dengan begitu brilian.

Meski ada beberapa adegan kurang esensial, THE HOBBIT tetap saja memiliki daya tarik tersendiri. Terutama bagi fans setia TLOTR.

Penggunaan Selandia Baru sebagai lokasi syuting membuat film ini memiliki hubungan dekat dengan penonton sebelumnya. Belum lagi nama-nama seperti Andrew Lesnie sebagai sinematografer dan Howard Shore sebagai penata musik yang menjadi sinematografer kembali menunjukkan kejelian mereka kali ini. Tak salah bila THE HOBBIT menjadi film yang megah dan sayang untuk dilewatkan.

For your information, lewat film ini Peter Jackson mengenalkan format gambar 48 frame per second. Yakni sajian gambar yang membuat film ini lebih real seperti sinetron di televisi. Sayangnya hal tersebut mempunyai celah ketika adegan penuh visual effect digulirkan. Karena gambar akan terasa kasar dan cukup mengganggu kenikmatan menonton.

Sayangnya ketika melihat dalam format 3D rasanya kurang terasa eye-popping. Namun tetap worthy bila ingin lebih menikmati serunya petualangan Bilbo yang mendebarkan.

RATING EDITOR: 7/10

(kpl/abs)