'SAW' Terperangkap dalam Permainan Pembunuh Berantai
KapanLagi.com - Saw merupakan sebuh kisah thriller yang dibuat secara efisien, sebuah horror sadis yang disuguhkan pada kita dengan mencoba membuat pemirsanya merasa ngeri. Film horor besutan sutradara James Wan ini mencoba mengocok perut pemirsanya dengan teror psikologis yang dilakukan pembunuh berantai yang dikenal dengan Jigsaw Killer.
Film dimulai di sebuah toilet umum yang dikunci. Jam di diding menunjukan pukul 2 tepat. Dua orang pria diikat di samping kaki besi saling berhadapan. Sementara dilantai diantara mereka tergeletak mayat bersimbah darah. Di dekat mayat tergeletak sebuah pistol, tape recorder dan dan gergaji.
Dua pria tersebut adalah Adam (Leigh WhannellDr Lawrence Gordon (Cary Elwes). Mayat tersebut adalah sebuah misteri, tetapi tape recorder tersebut dapat memberikan bantuan: memberi informasi pada dua pria tersebut bahwa Dr Gordon harus membunuh Adam menjelang jam 6, atau istri dan anak perempuannya akan dibunuh.
Advertisement
Cerita ini selanjutnya dialirkan dengan dua detektif yang mencoba menemukan misteri dengan menggabungkan potongan-potongan teka-teki pembunuhan, yang telah memberikan ultimatum maut tersebut pada korban pertamanya. Detektif tersebut adalah David Tapp (Danny Glover) dan Steven Sing (Ken Leung), dan mereka sedang berpacu melawan waktu.
Siapa sebenarnya pembunuh misterius tersebut, dan apa motivnya hingga melalukan pembunuhan keji semacam itu? Dia ada bukan karena apa alasannya atau motivasinya. Dia ada karena dia tanpa kenal lelah dengan upaya yang luar biasa dan memasuki cerita untuk membangun sebuah situasi yang dapat dieksploitasi dalam film selama 100 menit.
Meskipun sebagian besar film ini mengandalkan ketegangan dan teror psikologis, ada banyak sekali kekerasan dapat yang dapat membuat perut mulas, khususnya selama 15 menit terakhir. Ini merupakan sebuah periode dimana sutradara James Wan menarik cirinya jauh keatas, berubah jauh dari inspirasi kegelapannya David Fincherparodinya sendiri. Ada banyak darah, histeria yang berlebihan serta kejutan-kejuatan. (erl)
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/erl)
Advertisement