Senna
Biography Documentary Sport

Senna

2011 106 menit PG-13
Rating 8.4/10
Rating 9.2/10
Sutradara
Asif Kapadia
Penulis Skenario
Manish Pandey
Studio
Universal Pictures StudioCanal Working Title Films

Film ini dibuka dengan rekaman arsip yang menampilkan Ayrton Senna muda saat berlaga di balapan gokart. Dalam narasi suaranya, Senna dewasa mengenang masa itu dengan penuh kerinduan. Menurutnya, ketika itu 'tidak ada uang, tidak ada politik, itulah balapan yang sesungguhnya.'

Senna bergabung ke Formula One pada 1984. Setelah mencatat sejumlah pencapaian awal bersama Toleman dan Lotus, yang disinggung secara singkat dalam film, alur cerita kemudian berfokus pada perjalanan Senna menuju gelar juara dunia bersama McLaren.

Di masa itu, Senna terlibat duel sengit dengan rekan setimnya sendiri, Alain Prost, sekaligus harus berhadapan dengan regulator tertinggi Formula One, Jean-Marie Balestre. Senna berhasil merebut tiga gelar Formula One dalam kurun empat tahun.

Persaingan Senna dan Prost mencapai puncaknya pada musim 1989 dan 1990. Senna menilai keputusan-keputusan Balestre membuatnya kehilangan gelar tahun 1989 dan hampir membuatnya gagal meraih titel pada 1990.

Di kedua musim tersebut, perebutan gelar akhirnya ditentukan lewat tabrakan kontroversial antara Senna dan Prost. Selain itu, setelah bertahun-tahun dihantui nasib buruk, Senna akhirnya mampu mengatasi kerusakan girboks untuk memenangkan Grand Prix Brasil 1991 di negaranya sendiri.

Sebagai legenda Formula One sekaligus ikon budaya Brasil, Senna juga memakai pengaruh besarnya untuk mendukung keselamatan pembalap di dunia motorsport dan membantu anak-anak kurang mampu di Brasil.

Pada musim 1992, rival utama McLaren, Williams, mengembangkan perangkat balap berbasis komputer yang membuat Formula One berubah dari pertarungan para pembalap menjadi persaingan politik demi mendapatkan mobil terbaik.

Situasi itu membuat dua tahun karier Senna seolah terbuang, saat Nigel Mansell melaju nyaman menuju gelar juara pada 1992 dan Alain Prost, yang kini membela Williams, dengan mudah menjadi juara pada 1993. Meski Senna sempat meminta untuk kembali satu tim dengan Prost pada 1993, keinginan itu ditolak mentah-mentah.

Prost memveto kepindahan Senna ke Williams karena masih menyimpan amarah dari masa persaingan mereka di McLaren dan tidak ingin mendapat tambahan saingan berat di dalam tim.

Reginaldo Leme Self
John Bisignano Self
Neide Senna Self
Richard Williams Self
Ron Dennis Self
Viviane Senna Self
Alain Prost Self
Pierre Van Vliet Self

Jadwal Film