Side Effects
Synopsis
Emily Taylor (Rooney Mara) hidup dalam tekanan berat setelah suaminya, Martin Taylor (Channing Tatum), bebas dari penjara akibat kasus kejahatan keuangan. Kebebasan Martin yang seharusnya menjadi awal baru justru memicu kecemasan mendalam bagi Emily. Ia mengalami depresi parah, sulit tidur, dan terus dihantui rasa takut akan masa depan. Kondisi mentalnya semakin memburuk hingga suatu hari ia melakukan tindakan nekat yang membuatnya harus dirawat dan diawasi secara medis.
Dalam proses pemulihan, Emily ditangani oleh Dr Jonathan Banks (Jude Law), seorang psikiater yang dikenal profesional dan berhati hati. Jonathan berusaha memahami kondisi Emily dengan pendekatan medis yang sistematis. Ia menggali riwayat kesehatan mental Emily, termasuk penggunaan obat antidepresan sebelumnya. Emily mengaku sudah lama bergantung pada obat obatan untuk menekan kecemasan dan rasa bersalah yang ia rasakan sejak kasus hukum suaminya mencuat ke publik.
Jonathan kemudian bertemu dengan Dr Victoria Siebert (Catherine Zeta Jones), mantan psikiater Emily yang memiliki hubungan cukup dekat dengannya. Dari Victoria, Jonathan mendapatkan gambaran bahwa Emily adalah pasien yang kompleks dan sangat rentan terhadap tekanan emosional. Atas saran Victoria, Jonathan mempertimbangkan penggunaan obat baru bernama Ablixa, obat eksperimental yang diklaim mampu membantu pasien depresi tanpa efek samping berat.
Emily mulai mengonsumsi Ablixa dan perubahan signifikan pun terjadi. Ia terlihat lebih tenang, ceria, dan mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih stabil. Jonathan merasa puas dengan hasil pengobatan tersebut. Namun di balik kemajuan itu, muncul tanda tanda aneh yang sulit dijelaskan. Emily beberapa kali mengalami gangguan tidur dan perilaku tak sadar, termasuk berjalan dan melakukan aktivitas tanpa ingatan sama sekali.
Situasi berubah drastis ketika sebuah tragedi mengerikan terjadi di rumah Emily dan Martin. Dalam kondisi yang tampak tidak sepenuhnya sadar, Emily melakukan tindakan yang mengejutkan dan berujung pada kematian Martin. Kasus ini langsung menyedot perhatian media dan aparat hukum. Emily mengaku tidak mengingat kejadian tersebut dan menyebut pengaruh obat sebagai penyebabnya.
Jonathan berada dalam posisi sulit. Sebagai dokter yang meresepkan obat tersebut, ia ikut terseret dalam pusaran masalah hukum dan etika. Media mulai menggambarkannya sebagai dokter ceroboh, sementara perusahaan farmasi berusaha melindungi diri dari tuntutan. Karier Jonathan yang selama ini dibangun dengan reputasi baik perlahan runtuh. Ia kehilangan kepercayaan pasien, kolega, bahkan keluarganya sendiri.
Emily kemudian didiagnosis tidak bersalah secara hukum karena dianggap berada dalam kondisi mental yang tidak stabil saat kejadian. Ia ditempatkan di fasilitas psikiatri, sementara Jonathan semakin terobsesi mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut. Ia mulai menyelidiki lebih dalam perilaku Emily, efek obat Ablixa, serta keterlibatan pihak pihak lain yang sebelumnya tidak terlihat mencurigakan.
Penyelidikan Jonathan membuka lapisan demi lapisan rahasia yang mengejutkan. Ia menemukan bahwa Emily tidak sepenuhnya korban pasif dari obat tersebut. Ada pola manipulasi yang rapi, kebohongan yang terstruktur, dan permainan psikologis yang melibatkan lebih dari satu orang. Hubungan antara Emily dan Victoria perlahan terungkap sebagai bagian penting dari teka teki ini.
Ketegangan meningkat ketika Jonathan menyadari bahwa dirinya mungkin sengaja dijadikan kambing hitam dalam skema besar yang dirancang dengan cermat. Ia harus memilih antara menyerah pada kehancuran reputasi atau melawan dengan risiko yang lebih besar. Pertarungan ini bukan lagi soal obat atau hukum, melainkan tentang kebenaran, kendali, dan siapa yang sebenarnya memegang kekuasaan dalam permainan pikiran yang berbahaya.
Di akhir cerita, garis antara korban dan pelaku menjadi semakin kabur. Setiap karakter menyimpan motif tersembunyi yang mengubah cara pandang terhadap peristiwa yang terjadi sejak awal. Siapa yang benar benar mengendalikan semua ini, dan seberapa jauh seseorang bisa memanipulasi sistem demi kebebasan dan keuntungan pribadi?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
Project Hail Mary
20 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER LEGEND
21 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER MYTHIC
21 Januari 2026
Back to the Past
21 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
'TANAH RUNTUH' Hadirkan Kisah Menyentuh Perjuangan 2 Anak Untuk Bertahan Hidup