The Hunger Games: Catching Fire
Synopsis
Kemenangan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) di Hunger Games ke 74 seharusnya menjadi akhir dari mimpi buruk yang mereka alami. Namun, kemenangan itu justru memicu masalah yang jauh lebih besar. Tindakan Katniss yang menentang aturan di arena telah menyulut harapan baru di distrik distrik Panem. Tanpa ia sadari, simbol kecil perlawanan itu mulai tumbuh menjadi ancaman serius bagi kekuasaan Capitol.
Katniss dan Peeta dipaksa kembali ke sorotan publik melalui Victory Tour. Mereka harus mengunjungi setiap distrik dan menampilkan kisah cinta yang diyakini Capitol mampu meredam gejolak. Di atas panggung, senyum dan kata kata manis menjadi kewajiban. Di balik layar, Katniss merasakan ketegangan yang nyata. Ia melihat kemarahan dan kesedihan warga distrik yang hidup dalam penindasan. Beberapa isyarat kecil perlawanan membuatnya sadar bahwa api yang ia nyalakan tidak bisa lagi dipadamkan dengan sandiwara.
Presiden Snow (Donald Sutherland) mengawasi setiap langkah Katniss. Ia memperingatkan bahwa simbol harapan harus dihancurkan sebelum berubah menjadi pemberontakan terbuka. Tekanan itu membuat Katniss terjebak dalam dilema. Ia ingin melindungi keluarganya dan orang orang yang ia cintai, termasuk Gale Hawthorne (Liam Hemsworth), tetapi juga tidak sanggup mengkhianati rasa keadilan yang mulai tumbuh dalam dirinya.
Situasi semakin genting ketika Capitol mengumumkan Quarter Quell, sebuah edisi khusus Hunger Games yang memiliki aturan berbeda. Para tributes kali ini diambil dari pemenang sebelumnya. Keputusan ini jelas ditujukan untuk Katniss. Bersama Peeta, ia kembali harus memasuki arena mematikan yang kali ini diisi oleh para petarung berpengalaman dan penuh strategi.
Di arena baru yang berbentuk jam raksasa, ancaman datang dari segala arah. Katniss harus menghadapi bahaya alam yang mematikan, jebakan tersembunyi, serta aliansi yang rapuh. Ia bertemu kembali dengan Finnick Odair (Sam Claflin), pemenang karismatik dari Distrik Empat, dan Johanna Mason (Jena Malone), sosok keras yang tidak ragu menantang siapa pun. Kepercayaan menjadi hal yang langka, sementara setiap keputusan bisa berujung kematian.
Peeta tetap berusaha menjaga sisi kemanusiaan mereka di tengah kekacauan. Katniss, di sisi lain, semakin sadar bahwa permainan ini bukan lagi soal bertahan hidup pribadi. Ada rencana yang lebih besar sedang bergerak di balik layar. Beberapa tributes ternyata memiliki tujuan yang sama, bukan sekadar memenangkan permainan, tetapi melindungi Katniss sebagai simbol harapan bagi Panem.
Seiring waktu berjalan, Katniss mulai memahami bahwa arena ini hanyalah bagian kecil dari konflik yang lebih luas. Setiap detik di dalamnya terasa seperti hitung mundur menuju perubahan besar. Ketika pengkhianatan dan keberanian saling berkelindan, batas antara musuh dan sekutu menjadi semakin kabur. Katniss harus memilih apakah ia akan terus menjadi pion dalam permainan Capitol atau mengambil risiko besar demi masa depan yang berbeda.
Puncak cerita membawa Katniss pada keputusan yang akan mengguncang sistem yang selama ini mengurung Panem dalam ketakutan. Tindakan itu bukan hanya menentukan nasibnya sendiri, tetapi juga arah perjuangan seluruh distrik. Api perlawanan yang semula kecil kini berubah menjadi kobaran yang siap membakar segalanya.
Dengan taruhan nyawa, kepercayaan, dan harapan, Katniss berdiri di tengah pusaran konflik yang tak bisa lagi dihentikan. Apakah ia mampu bertahan di tengah permainan yang dirancang untuk menghancurkannya sekaligus menjadi pemantik revolusi yang ditakuti Capitol?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Esok Tanpa Ibu
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Project Hail Mary
Back to the Past
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
We Bury the Dead
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Whistle
06 Februari 2026
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026