The Piano Lesson
Drama Music

The Piano Lesson

2024 127 menit PG-13
Rating 6.2/10
Rating 6.8/10
Sutradara
Malcolm Washington
Penulis Skenario
Malcolm Washington Virgil Williams August Wilson
Studio
Mundy Lane Entertainment Netflix Studios

Kisah film ini dimulai pada tahun 1911, ketika Boy Charles, ayah dari Boy Willie dan Berniece mencuri sebuah piano dari keluarga Sutter, mantan tuan tanah yang dulu memperbudak keluarganya. Piano tersebut bukan sekadar alat musik biasa, karena seluruh permukaannya dipenuhi ukiran wajah para leluhur Afrika keluarga Charles.

Benda itu menjadi simbol sejarah, luka masa lalu, sekaligus ketahanan keluarga mereka. Setelah memberi keluarganya kesempatan melarikan diri lebih dulu, Boy Charles mencoba kabur menggunakan gerbong kereta. Namun keluarga Sutter berhasil mengejarnya dan membakar gerbong tersebut saat ia masih terjebak di dalamnya.

Cerita kemudian melompat ke tahun 1936. Boy Willie datang ke Pittsburgh bersama temannya, Lymon, dengan membawa satu truk penuh semangka untuk dijual. Ia juga membawa rencana besar. Setelah James Sutter meninggal, diduga karena didorong ke dalam sumur, keluarga Sutter menawarkan sebagian tanah mereka di Mississippi kepada Boy Willie sebagai bentuk ganti rugi atas kematian ayahnya. Boy Willie pun berniat menjual piano keluarga agar bisa membeli sisa tanah tersebut dan akhirnya memiliki lahan sendiri.

Namun rencananya langsung ditentang oleh sang kakak, Berniece, yang kini tinggal di Pittsburgh bersama putrinya, Maretha, dan paman mereka, Doaker. Bagi Berniece, piano itu adalah benda sakral yang menyimpan sejarah keluarga dan pengingat perjuangan leluhur mereka. Ia sama sekali tidak mau menjualnya.

Hubungan Berniece dan Boy Willie sendiri sudah lama renggang, apalagi setelah Boy Willie dan Lymon terlibat dalam pencurian kayu yang berujung pada kematian suami Berniece, Crawley. Di sisi lain, Berniece kini menjalin hubungan dengan seorang pendeta lokal bernama Avery.

Perdebatan antara kakak dan adik ini semakin membuka makna sebenarnya dari piano tersebut bagi keluarga mereka. Berniece ingin mempertahankannya sebagai memorial keluarga, meski ia masih menyimpan rasa kesal karena dulu ibunya memaksanya bermain piano.

Sementara Boy Willie melihat penjualan piano sebagai cara untuk merebut kembali kebebasan dan kemandirian keluarga melalui kepemilikan tanah. Ia juga terus teringat pesan ayahnya tentang pentingnya memiliki tanah sendiri. Konflik keluarga ini semakin ramai ketika paman mereka yang lain, Wining Boy, datang berkunjung dan bernostalgia tentang masa kejayaannya dulu.

Drama keluarga ini makin memanas ketika unsur supranatural mulai muncul. Arwah Sutter mulai menghantui rumah keluarga Charles, terutama Berniece dan Maretha. Berniece yakin kemunculan hantu itu ada hubungannya dengan kedatangan Boy Willie dan niatnya menjual piano, bahkan ia curiga Boy Willie terlibat dalam kematian Sutter. Namun Boy Willie sama sekali tidak percaya dengan cerita hantu tersebut. Sementara itu, Lymon yang ingin memulai hidup baru justru mulai menaruh hati pada Berniece.

Teror dari arwah Sutter semakin kuat hingga akhirnya menyerang Boy Willie secara langsung. Pendeta Avery sempat mencoba melakukan pengusiran roh jahat, tetapi usahanya gagal. Dalam momen genting itu, Berniece akhirnya melakukan sesuatu yang sudah lama ia hindari yaitu memainkan piano keluarga.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia memainkan piano sambil memanggil nama para leluhur mereka, memohon bantuan mereka untuk mengusir arwah Sutter dan menyelamatkan adiknya. Boy Willie yang akhirnya menyadari kebenaran kata-kata Berniece meminta kakaknya terus bermain.

Setelah peristiwa itu, Boy Willie memutuskan membatalkan rencananya menjual piano. Berniece pun mulai mengajarkan Maretha cara memainkan piano tersebut, agar generasi berikutnya tetap mengingat sejarah keluarga mereka. Sementara itu, Boy Willie kembali sekali lagi ke tanah milik keluarga Sutter di Mississippi, yang kini dijual ke publik setelah ia gagal membelinya. Di sana, ia menggenggam tanah tersebut seperti yang dulu diajarkan ayahnya, sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.

Penulis: Della Deswita Maharani

Samuel L. Jackson Doaker
John David Washington Boy Willie
Danielle Deadwyler Berniece
Ray Fisher Lymon
Corey Hawkins Avery
Michael Potts Wining Boy
Skylar Aleece Smith Maretha
Stephan James Boy Charles
Erykah Badu Lucille
Malik J Ali Willie Boy

Jadwal Film