When We Were Kings
Documentary Sport

When We Were Kings

1997 88 menit PG
Rating 7.9/10
Rating 8.7/10
Sutradara
Leon Gast
Studio
Das Films David Sonenberg Production Polygram Filmed Entertainment

When We Were Kings adalah film dokumenter legendaris yang menghadirkan wawancara mendalam bersama tokoh-tokoh seperti Norman Mailer, George Plimpton, Spike Lee, Malik Bowens, dan Thomas Hauser, yang mengulas sosok Muhammad Ali dan George Foreman dalam momen bersejarah pertarungan Rumble in the Jungle. Film ini bukan sekadar dokumentasi pertandingan, tapi juga potret budaya, politik, dan identitas kulit hitam di era 1970-an.

KLovers, lewat rangkaian wawancara yang direkam pada 1990-an, kita diajak memahami betapa besar dampak pertarungan ini, termasuk kontroversi pemilihan lokasi di Zaire yang saat itu dipimpin diktator Mobutu Sese Seko. Keputusan menerima pendanaan dari rezim tersebut memicu perdebatan etika, namun di sisi lain membuka panggung global bagi pertarungan ikonik ini. Dokumenter ini juga diperkaya dengan klip berita dan foto arsip yang merangkum perjalanan karier Ali dan Foreman sebelum akhirnya bertemu di ring.

Menariknya, film ini menyoroti sisi personal Muhammad Ali yang begitu karismatik. Ia terlihat aktif melakukan trash talk kepada Foreman, sekaligus berbicara serius tentang identitas Afrika dan harapan bagi komunitas Afrika-Amerika. Hubungan hangatnya dengan masyarakat Zaire terasa kontras dengan George Foreman yang tampak canggung dalam membangun koneksi dengan publik setempat. Di balik layar, promotor Don King juga tampil sebagai sosok ambisius yang tengah merintis promosi besar pertamanya.

Tidak hanya soal tinju, KLovers juga diajak menikmati kemeriahan festival musik Zaire 74 yang sering dijuluki sebagai “black Woodstock”. Penampilan dari James Brown, B.B. King, dan The Spinners menghadirkan energi budaya yang kuat, meski festival ini harus digelar lebih dulu akibat cedera yang dialami Foreman sebelum pertandingan.

Puncak film ini tentu saja rekaman pertarungan legendaris tersebut. Kita diperlihatkan strategi brilian Ali, mulai dari penggunaan pukulan right hand lead hingga teknik rope-a-dope yang ikonik. Dengan membiarkan dirinya menerima pukulan sambil bertahan di tali ring, Ali justru membuat Foreman kelelahan. Strategi ini berbuah manis saat Ali berhasil menjatuhkan Foreman di ronde kedelapan, sekaligus merebut kembali gelar juara dunia yang pernah dicabut darinya karena menolak wajib militer saat Perang Vietnam.

Muhammad Ali Self
George Foreman Self
Don King Self
James Brown Self
B.B. King Self
Mobutu Sese Seko Self (President of Zaire)
Spike Lee Self
Norman Mailer Self - Writer
George Plimpton Self - Writer
Thomas Hauser Self