Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah Hampir 40 Tahun Menemani

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah Hampir 40 Tahun Menemani
Doraemon resmi berhenti tayang di RCTI (Credit: Istimewa)

Kapanlagi.com - Setelah hampir 40 tahun lamanya disiarkan di Indonesia, tepatnya stasiun televisi RCTI, Doraemon akhirnya resmi berhenti tayang. Tentu saja kabar ini membuat netizen kaget dan sedih bukan main.

Bagaimana tidak, anime ini adalah teman yang selalu setia menemani tumbuh kembang kita, dari yang dulunya masih anak-anak, sampai sekarang sudah dewasa. Buat banyak generasi, Doraemon bukan sekadar tontonan anak anak, tapi sudah jadi bagian dari rutinitas sehari hari, terutama di pagi hari atau akhir pekan. Suara kantong ajaib, tingkah Nobita yang apes, sampai teriakan Giant, semuanya terasa sangat dekat dan membekas.

1. Pertama Tayang tahun 1900an

Sejak pertama kali ditayangkan di RCTI pada era 1990 an, Doraemon langsung jadi ikon. Anime ini konsisten hadir di layar kaca dan bertahan melewati pergantian zaman, perubahan selera penonton, hingga persaingan ketat dengan berbagai tayangan baru. Tidak banyak program televisi yang bisa bertahan selama itu, apalagi anime.

Doraemon sukses menjangkau anak anak, remaja, bahkan orang dewasa yang ikut menonton sambil bernostalgia. Selama hampir 40 tahun, RCTI dengan konsisten menayangkan anime ini. Jadwalnya sempat berubah-ubah, mulai yang awalnya cuma tiap minggu jadi tiap hari, lalu kembali ke jadwal awal lagi.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Alasan Berhentinya Doraemon

Poster anime Doraemon (Credit: IMDB)

Alasan berhentinya Doraemon dari RCTI sendiri tidak lepas dari perubahan strategi penayangan dan pergeseran kebiasaan menonton. Saat ini, banyak anak lebih akrab dengan platform digital dan streaming dibanding televisi konvensional.

Selain itu, hak siar dan kebijakan internal stasiun televisi juga ikut memengaruhi keputusan tersebut. Meski begitu, keputusan ini tetap terasa emosional bagi penonton setia yang sudah tumbuh bersama Doraemon.

3. Berakhirnya Sebuah Era

Still anime Doraemon (Credit: IMDB)

Doraemon bukan cuma menawarkan hiburan, tapi juga pelajaran hidup yang sederhana namun bermakna. Setiap episode mengajarkan tentang persahabatan, tanggung jawab, kejujuran, dan konsekuensi dari memilih jalan pintas, sesuatu yang selalu dilakukan Nobita dengan bantuan alat ajaib. Nilai nilai ini membuat Doraemon relevan lintas generasi dan tidak terasa ketinggalan zaman meski ceritanya sederhana.

Berhentinya Doraemon di RCTI menandai berakhirnya sebuah era penting dalam sejarah pertelevisian Indonesia. Namun, ini bukan akhir dari segalanya. Doraemon tetap hidup di hati para penggemarnya dan masih bisa dinikmati lewat media lain. Bagi banyak orang, Doraemon akan selalu jadi simbol masa kecil yang hangat, penuh tawa, dan imajinasi tanpa batas.

4. Sinopsis Doraemon

Doraemon berpusat pada kehidupan Nobita Nobi, anak sekolah dasar yang malas, ceroboh, dan sering sial dalam hampir semua hal. Hidupnya berubah ketika Doraemon, robot kucing dari abad ke 22, dikirim oleh keturunannya untuk membantu memperbaiki masa depan Nobita yang dianggap suram. Dengan kantong ajaib di perutnya, Doraemon mengeluarkan berbagai alat futuristik yang bisa melakukan hal hal mustahil, mulai dari pintu ke mana saja sampai mesin pengubah cuaca.

Plot Doraemon biasanya berangkat dari masalah sepele yang dialami Nobita, seperti dimarahi guru, kalah dari Gian dan Suneo, atau ingin terlihat hebat di depan Shizuka. Alih alih berusaha sendiri, Nobita selalu memilih jalan pintas dengan meminta alat ajaib pada Doraemon. Awalnya alat tersebut memang terlihat menyelesaikan masalah, tapi lambat laun justru menimbulkan kekacauan yang lebih besar karena Nobita menggunakannya secara ceroboh dan berlebihan.

Dari situ, Doraemon menghadirkan pola cerita yang sederhana namun efektif. Setiap episode hampir selalu ditutup dengan Nobita menyadari kesalahannya dan menerima konsekuensi dari tindakannya. Pesan moralnya jelas tapi disampaikan dengan cara ringan dan lucu, membuat Doraemon mudah diterima oleh anak anak sekaligus tetap relevan untuk penonton dewasa. Inilah yang membuat Doraemon bertahan puluhan tahun, karena ceritanya tidak hanya soal alat ajaib, tapi juga tentang tumbuh dewasa, persahabatan, dan belajar bertanggung jawab atas pilihan sendiri.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending