KOREA

Novela dari Penulis Jepang Favorit BTS Siap Terbit di Indonesia

Rabu, 07 April 2021 13:40

Kitchen © Penerbit Haru. - RM ©Naver

Kapanlagi.com - Sebagai penggemar K-Pop, nggak sedikit nih yang terinspirasi untuk mengikuti hobi sang idola. Jadi bukan hal yang aneh kalau penggemar turut penasaran pada dunia sastra kala idola mereka menyukai hal ini.

BTS adalah salah satu grup yang sangat dikenal memiliki ketertarikan di dunia sastra. Selain karena konsep album di setiap era yang terinspirasi dari berbagai judul buku, para anggota BTS sering kedapatan sedang membawa buku atau bahkan membacanya di sela-sela kesibukan. Tak jarang, judul-judul buku yang mereka pegang menjadi viral di internet. Dalam sekejap, judul-judul buku tersebut menjadi incaran ARMY (penggemar BTS, red) hingga ludes di toko buku offline atau online.

Di antara anggota BTS yang lain, RM dikenal paling rajin membaca. Tak jarang ia tertangkap kamera sedang membaca saat menunggu broadcast atau konser. Ia juga kerap merekomendasikan buku-buku bacaannya kepada penggemar.

 

1. BTS Baca Buku Karya Yoshimoto Banana

Dikutip dari wawancara BTS dengan Naver (30/1/2018), RM menyebutkan karya debut penulis Jepang ternama, Yoshimoto Banana, yang berjudul Kitchen.

"Saat saya memiliki waktu senggang di rumah, saya membaca Kitchen karya Yoshimoto Banana," kata leader BTS tersebut ketika ditanya soal buku yang sedang dibaca.

Selain RM, Suga juga mengaku sedang membaca karya lain Yoshimoto Banana di wawancara serupa.

 

2. Sinopsis Kitchen, Karya Debut Banana Yoshimoto

Kitchen merupakan novela berisi tiga cerita ("Kitchen 1", "Kitchen 2", dan "Moonlight Shadow") dengan para tokoh yang menghadapi duka secara berbeda. Ketika pertama kali terbit di Jepang tahun 1988, Kitchen menarik minat pembaca Jepang hingga menciptakan fenomena yang disebut Bananamania. Pada kata penutup Kitchen edisi Jepang sampul baru, Yoshimoto Banana menuliskan komentar seorang kawannya bahwa Kitchen memberikan keberanian kepada para pembaca untuk menunjukkan sifatnya, untuk memerdekakan emosi tersembunyinya hingga akhirnya buku ini mengundang banyak simpati dari para pembaca.

Kitchen bukan lagi tentang kehidupan sosial masyarakat Jepang yang digambarkan lewat tokoh-tokohnya, melainkan tentang kita, masyarakat Indonesia, yang selama ini memilih menahan mengekspresikan perasaan. Memilih menyimpan rapat-rapat pergulatan emosional ketika berhadapan dengan kehilangan, kepedihan, dan perasaan sepi karena khawatir dianggap rapuh.

Kitchen mengantarkan Yoshimoto Banana meraih penghargaan Kaien Newcomer Writers Prize dan Izumi Kyoka Literary Prize. Yoshimoto Banana juga menerima penghargaan Best Newcomer Artists yang direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang.

"Kitchen 1" dan "Kitchen 2" berkisah tentang Mikage yang ditawari tempat tinggal oleh Yuichi dan ibu transgendernya, Eriko, saat menghadapi kematian neneknya. Untuk mengalihkan dirinya dari kesedihan, Mikage mulai memasak untuk Yuichi dan Eriko. Ia juga senang menghabiskan waktu, bahkan tidur, di dapur keluarga Yuichi. Ia menganggap dapur adalah tempat yang nyaman.

Selain kisah Mikage dan Yuichi, Banana Yoshimoto juga menyelipkan cerita pendek pertamanya yang berjudul "Moonlight Shadow". Sama seperti "Kitchen 1" dan "Kitchen 2", "Moonlight Shadow" menceritakan duka mendalam yang dialami tokoh utamanya yang ditinggal sang kekasih untuk selamanya.

Antusias penggemar BTS terhadap novela Kitchen, juga pentingnya buku ini untuk pembaca di Indonesia telah mendorong Penerbit Haru untuk menerbitkan karya klasik-kontemporer yang sangat populer di Jepang itu. Novela ini dijadwalkan akan terbit bulan April. Siap ikut baca novela yang sama dengan member BTS ini?

 


REKOMENDASI
TRENDING