KOREA

Ramai Soal 'Burning Sun', yang Harus Kamu Tahu dari Kelab Malam Berkasus Ini

Senin, 18 Maret 2019 21:41 Penulis: Ayu Srikhandi

Seungri saat jadi DJ di Burning Sun © Lee Soongan via twitter.com/pandariko

Kapanlagi.com - Nama Burning Sun jadi sorotan publik dunia karena kasus yang saat ini sedang dalam proses investigasi. Burning Sun sendiri merupakan kelab malam yang dikenal oleh penggemar sebagai salah satu usaha dari Seungri eks Big Bang.

Kelab malam yang terletak di Gangnam itu sendiri saat ini sedang diperiksa oleh pihak kepolisian karena atas kasus kekerasan, pelecehan seksual, pengedaran narkoba, kasus suap, dan beberapa lainnya.

Jang Hansol lewat akun Youtubenya Korea Reomit membahas soal kasus ini. Ia juga turut membahas beberapa detail yang harus kamu dari Burning Sun.

1. Pendapatan Rp 213 Miliar

Dari penuturan Hansol, club di daerah Gangnam ini berdiri pada 23 Februari 2018. Meski baru satu tahun, sudah meraih pendapatan tertinggi di daerah Gangnam di antara club-club malam lainnya.

Nggak tanggung-tanggung, pendapatannya mencapai Rp 213 miliar rupiah, padahal sebuah club yang sebelumnya menyandang pendapatan tertinggi tercatat pendapatannya Rp 125 miliar. Namun diperkirakan ada banyak pendapatan yang tidak tercatat untuk menghindari pajak.

2. Gelapkan Pajak

Burning Sun juga diungkapkan melakukan cara tersendiri agar pembayaran pajaknya rendah dengan cara laporan keuangan yang lebih rendah dari seharusnya. Mereka memanfaatkan rekening lain untuk menerima pembayaran dan bukan langsung ke rekening utama Burning Sun.

Burning Sun seringkali meminta customernya untuk bayar tidak pakai cash, tapi transfer ke rekening bank yang lain (bukan dimiliki Burning Sun).

3. Bisnis Seungri Diduga Hindari Pajak

Dari informasi yang didapatkan Hansol, Seungri memang punya banyak bisnis, beberapa di antaranya pernah dipermasalahkan karena menghindari pajak. Salah satu cara yang dipakai adalah mendaftarkan usaha sebagai restoran, padahal tempat yang dibuka ini menjual 'minuman'. Karena itu lah bisa mendapatkan pajak lebih rendah.

Hansol juga menginformasikan kalau lokasi bisnis Seungri yang dimaksudnya itu dulu berdempetan dengan hotel bintang 5.


REKOMENDASI
TRENDING