Gara-Gara Labuan Bajo, Lola Amaria Nekat Bikin 'LABUAN HATI'

Kamis, 30 Maret 2017 18:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Gara-Gara Labuan Bajo, Lola Amaria Nekat Bikin 'LABUAN HATI' Lola Amaria - Kelly Tandiono/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Siapa yang tak jatuh hati pada Labuan Bajo? Pantainya yang biru, airnya jernih dan padang savana super luas menghampar bak permadani, memikat hati siapapun yang pergi ke sana, tak terkecuali Lola Amaria. Gara-gara Labuan Bajo pula, Lola nekat untuk bisa mewujudkan mimpinya membuat film di tanah Flores.

"Seperti jatuh cinta pertama kali pada pandangan pertama. Jadi pertama kali 2012 saya ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Di situ saya langsung takjub dan jatuh cinta. Langsung enggak bisa move on. Balik lagi setiap tahun. Akhirnya terbersit untuk saya harus bikin film di sini gimana pun caranya. Cari ide yang pas, cari investor akhirnya jadi film ini," tuturnya saat ditemui usai screening film LABUAN HATI di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (29/3).

Saat punya ide menggarap film di Bajo, Lola tak mau hanya menampilkan keindahan alamnya saja. Si perfeksionis ini menginginkan keindahan alam dan konten filmnya 'dapet'. Akhirnya, tercetuslah ide cerita mengenai pengalaman dan persahabatan tiga orang wanita dewasa yang terbentuk di Bajo.

Jatuh cinta dengan Bajo, Lola garap LABUAN HATI/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoJatuh cinta dengan Bajo, Lola garap LABUAN HATI/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

"Kemudian ketemu penulis naskah. Penulisannya berlangsung saat kami jalan ke sana, cari set-set yang nantinya akan jadi lokasi di film ini. Sembari nulis, kami udah rancang pemeran tiga tokoh ini. Memang ada beberapa yang kami calonkan tapi the last-nya mereka (aktris( yang dapet. Mereka harus punya lisensi diving, harus bisa diving, harus traveler, harus bisa naik turun bukit, punya stamina yang kuat dan kami hampir dua minggu di kapal tanpa ketemu daratan. Enggak bisa mabuk laut juga. Ada kandidat lagi, tapi enggak punya lisensi, jadwalnya, atau mungkin honornya terlalu tinggi, akhirnya mereka bertiga," ungkap Lola sambil menunjuk Nadine Chandrawinata, Ully Triani dan Kelly Tandiono.

Banyak kesulitan yang mereka alami selama syuting, salah satunya adalah beratnya medan. "Naik turun bukit dan air terjun. Satu bulan syuting. 22 hari sebenarnya. Yang paling sulit, pulau Komodo kan terkenal dengan arusnya (laut) yang kuat. Jadi memang tetep safety nomor satu. Jadi ada safety diver yang ikut turun ke bawah supaya semua tetap aman dan nyaman," kenangnya.

Salah satu halangan yang paling tak bisa dilupakan adalah ketika dirinya bersikeras mengambil gambar ikan Pari Manta. "Itu kan kita enggak bisa tahu kapan dan jam berapa. Seharian empat kali diving enggak dapat Manta. Harus besoknya. Otomatis budget ya. Belum lagi regulator, alat-alat diving dan semua yang nyemplung itukan duit, duit. Artinya itu yang kendala banget sih. Komodo juga sama. Kelelawar juga sama," tandasnya.

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING