Hanung Bramantyo Dituntut Minta Maaf Terkait 'CINTA TAPI BEDA'
Sumber: KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (DPP IPPMI) menuntut agar film CINTA TAPI BEDA segera ditarik dalam peredaran. Sutradara Hestu Saputra dan Hanung Bramantyo dianggap telah melakukan tindak pidana lewat film yang rilis sejak 27 Desember 2012 ini.
"Ini kan awalnya dari sebuah pelaporan tindak pidana. Kami mau film ini ditarik dan tidak ditampilkan di bagian dunia manapun dan festival manapun," ujar Zulhendri Hasan, pengacara DPP IPPMI saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (7/1).
Selain tuntutan tersebut, Badan Koordinasi Kemasyarakatan & Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM), Keluarga Mahasiswa Minang Jaya (KMM Jaya) dan Ikatan Pemuda Pemudi Minangkabau Indonesia (IPPMI) mengharapkan agar Hanung Bramantyo segera membuat pernyataan maaf secara resmi terkait film CINTA TAPI BEDA.
Poster film CINTA TAPI BEDA. Sumber: KapanLagi.com®
"Kami ingin dia (Hanung) membuat pernyataan maaf ke seluruh masyarakat Minang. Kita enggak punya tenggat waktu tertentu untuk penarikan film tersebut di bioskop-bioskop tanah air, yang pasti film itu harus ditarik dari peredaran," kata Zulhendri.
BK3M, KKM Jaya, dan IPPMI tak terima dengan apa yang terkandung dalam film. Tersirat, orang minang itu identik beragama Kristen Katolik, padahal menurut Zulhendri orang minang itu identik dengan Islam.
"Dalam film CINTA TAPI BEDA malah dengan jelas ada pesan bahwa orang Minang itu bukan Islam saja. Ini tentunya merupakan informasi yang nyata-nyata bohong dan tak dapat diterima," pungkasnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/aal/abs/dka)
Advertisement
