'ML' Dicekal di Pekanbaru

Rabu, 28 Mei 2008 20:42 Penulis: Anton
Kapanlagi.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru meminta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mencekal film remaja berjudul ML (Mau Lagi), yang diantara jalan ceritanya menggambarkan tentang seks bebas.

Ketua MUI Pekanbaru, Ilyas Husti, dalam surat resminya ke Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Rabu (28/5), menjelaskan bawah film ML sangat tidak mendidik dan dapat merusak moralitas remaja di ibukota Provinsi Riau itu.

Untuk itu MUI Pekanbaru meminta kepada Pemko Pekanbaru untuk melarang pemutaran film ML. Selain itu, MUI juga meminta pengelola/pemilik bioskop untuk tidak memutar film ML.

Para ulama dan tokoh agama juga diminta untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai 'mudharat' atau buruknya film tersebut. MUI juga mengimbau masyarakat Pekanbaru untuk tidak menonton film tersebut dan mendukung upaya bagi terlaksananya pencekalan film itu.

Surat resmi dari MUI tersebut diantaranya telah disampaikan kepada MUI Provinsi Riau, DPRD Kota Pekanbaru, dan Poltabes Pekanbaru. Hingga saat ini Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah, belum dapat dimintai keterangannya mengenai surat dari MUI Pekanbaru, terkait pencekalan film ML.

Film ML sendiri merupakan film produksi Indika Entertainment yang menceritakan tentang hubungan penuh hasrat dan intens dari lawan jenis. Film karya sutradara Thomas Nawilis tersebut salah satunya dibintangi oleh artis remaja berbakat, Ratu Felisha.

Didukung DPRD Pekanbaru

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Sabarudi menyatakan dukungannya atas langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru untuk meminta Pemerintah Kota (Pemko ) Pekanbaru mencekal film remaja berjudul ML (Mau Lagi).

"Saya mendukung langkah MUI Kota Pekanbaru untuk mencekal film ML, karena beberapa adegan dalam film tersebut menggambarkan tentang seks bebas," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Sabarudi menjelaskan, pihaknya akan meminta Pemko Pekanbaru untuk membuat surat edaran ke bioskop yang ada di Kota Pekanbaru untuk tidak menayangkan film tersebut. Ia juga menambahkan, DPRD Kota Pekanbaru akan meminta Pemko untuk segera berkoordinasi dengan pihak yang berwajib.

"Koordinasi dengan pihak berwajib diperlukan agar jika ada pihak yang tidak mengindahkan edaran Pemko dapat segera di proses secara hukum," katanya.

Menurut Sabarudi, film ML untuk dijadikan tontonan para remaja di Pekanbaru, karena beberapa adegannya menceritakan tentang hubungan penuh hasrat dan intens dari lawan jenis.  

(*/bun)

Editor:

Anton


REKOMENDASI
TRENDING