7 Rekomendasi Film Jackson Yee, Aktor Muda Terbaik China Saat Ini
Jackson Yee saat menerima penghargaan (credit: Weibo)
Kapanlagi.com - Jackson Yee atau Yi Yangqianxi belakangan namanya dibicarakan di media sosial, mulai dari fans drama China di Indonesia hingga netizen Korea. Ini setelah perannya di film BIG WORLD mendadak viral dan semua orang terpana dengan aktingnya sebagai pengidap cerebral palsy di film tersebut.
Usia Jackson Yee masih 25 tahun, tapi filmography-nya, aktingnya, penghargaannya, hingga reputasinya di dunia perfilman sudah diakui. Buat yang penasaran, ini tujuh film Jackson Yee yang boleh ditonton sebagai awal untuk mengenalnya!
Jangan lupa cek berita lainnya di Liputan6.com!
Advertisement
1. BETTER WORLD
Dalam film ini Jackson Yee berperan sebagai Xiao Bei (Liu Beishan), pemuda jalanan yang bertemu dan pada akhirnya melindungi Chen Nian (diperankan Zhou Dongyu), siswi SMA yang menjadi korban perundungan. Film fokus pada trauma, tekanan ujian, dan bagaimana dua remaja itu saling menyembuhkan; adegan-adegannya intens dan emosional. Rilis: 25 Oktober 2019. Pendapatan: US$230,1 juta atau sekitar Rp3,84 triliun.
Better Days mendapat pujian kritis dan memenangkan beberapa penghargaan penting, termasuk penghargaan film dan teknis di ajang Hong Kong Film Awards dan Snow Leopard Special Jury Award di Asian World Film Festival. Sedangkan Jackson memenangkan kategori Best New Performer / penghargaan pendatang baru di beberapa ajang dan menerima nominasi aktor di penghargaan besar (mis. Golden Rooster / Hong Kong Film Critics).
Film ini bisa ditonton di Apple TV.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. A LITTLE RED FLOWER
Jackson Yee di sini memerankan Wei Yihang, seorang pemuda yang hidupnya berubah setelah perjuangan medis (operasi tumor), sedangkan lawan mainnya Liu Haocun memerankan Ma Xiaoyuan, rekan pasien yang menjadi teman dekatnya. Film menyorot cinta, kesedihan, dan harapan di tengah penyakit serius.
Film yang dirilis 31 Desember 2020 ini memperoleh pendapatan US$220,5 juta atau sekitar Rp3,68 triliun. Film ini meraih beberapa penghargaan dan nominasi domestik (mis. Golden Elm Flower Awards/China Film Critics Awards pengakuan untuk penampilan baru), serta nominasi besar seperti Golden Rooster; Jackson menerima beberapa nominasi aktor/penghargaan populer untuk perannya di film ini.
3. THE BATTLE OF LAKE CHANGJIN
Jackson Yee berperan sebagai Wu Wanli, seorang prajurit (artileri) dalam unit yang menghadapi kondisi ekstrim saat pertempuran Perang Korea. Film ini dibintangi pula oleh pemeran veteran seperti Wu Jing. Film adalah epik perang berskala besar yang menekankan solidaritas dan pengorbanan. Film yang rilis di 2021 ini mendapat US$ 913 juta atau sekitar Rp15,4 triliun.
Selain menjadi fenomena box-office, film ini meraih banyak nominasi/ penghargaan teknis dan besar, termasuk beberapa piala di Golden Rooster / Hundred Flowers (Best Feature / Best Director pada beberapa penyelenggaraan gabungan) serta nominasi di Hong Kong Film Awards untuk kategori teknis.
4. NICE VIEW
Jackson Yee memerankan Jing Hao, pemuda yang bekerja keras demi operasi dan masa depan adiknya. Film menggambarkan kerasnya hidup kelas pekerja, pilihan moral, dan pengorbanan keluarga.
Rilis awal 2022, film ini mendapat US$204,4 juta atau Rp3,41 triliun. Nice View dipuji secara luas dan dipilih oleh China sebagai salah satu film perwakilan (submitted) untuk Best International Feature Film (Academy) serta menerima sejumlah nominasi nasional (termasuk nominasi Golden Rooster dan Hundred Flowers); Jackson juga mendapat nominasi Best Actor untuk perannya di beberapa ajang.
5. FULL RIVER RED
Dalam film periode karya Zhang Yimou, Jackson Yee berperan sebagai Sun Jun, seorang tokoh yang terlibat intrik dan konflik politik/komedi berlatar Dinasti Song. Lawan mainnya termasuk Shen Teng dan Zhang Yi.
Film ini rilis di 22 Januari 2023. Pendapatan yang diperoleh adalah US$ 670,4 juta atau sekitar Rp 11,18 triliun. Secara komersial dan festival film ini sukses, Jackson Yee memenangkan Best Actor (Golden Deer) pada 18th Changchun Film Festival untuk Full River Red (pengakuan bergengsi festival), dan film tersebut menerima nominasi/penghargaan pada ajang nasional seperti Hong Kong Film Awards dan nominasi Hundred Flowers.
6. BIG WORLD
Jackson yee memerankan Liu Chunhe, seorang pemuda dengan cerebral palsy yang berjuang memperoleh tempatnya di dunia dan meraih mimpi; film ini penuh empati dan karakter-driven. Premiere festival di Tokyo International Film Festival (Competition), lalu rilis teater di China pada 27 Desember 2024. Pendapatan awal dilaporkan lebih dari puluhan juta USD.
Film ini meraih Audience Award/pengakuan penonton di Tokyo IFF, dan Jackson Yee menerima penghargaan aktor pada ajang nasional (termasuk kemenangan Best Actor pada China Film Directors' Night dan kemudian Golden Rooster Best Actor untuk perannya di Big World, sebuah pencapaian besar dalam kariernya).
7. RESURRECTION
Ini adalah film epik sci-fi/drama karya sutradara Bi Gan yang tayang perdana di Festival Film Cannes pada 22 Mei 2025 dan dirilis di bioskop China akhir tahun 2025. Dalam film ini Jackson Yee memerankan sosok yang bisa disebut Deliriant atau monster sekarat, seorang outcast yang, saat sekarat, melewati empat mimpi besar yang merentang satu abad dan berubah-ubah menjadi berbagai karakter saat ia mengulang kembali hidup dan ingatannya; transformasi dan perjalanannya menjadi inti narasi film yang penuh teknik sinematik eksperimen.
Lawan main utamanya adalah Shu Qi yang berperan sebagai perempuan misterius yang membantu atau mengejar sang Deliriant (perannya menggunakan 'teknik sinema yang hilang' dalam cerita), dan film ini juga menampilkan Mark Chao bersama pemeran lain seperti Li Gengxi dan Huang Jue.
Film berdurasi panjang (156 menit) ini menggabungkan gaya-gaya sinema berbeda (silent era, noir, magical realism, dll.) untuk menggambarkan tiap bab mimpi. Secara komersial Resurrection melaporkan pemasukan sekitar US$27,6 juta atau setara kurang lebih Rp460,13 miliar. Sementara di ranah penghargaan film ini mendapat pengakuan penting, termasuk Special Jury Prize di Festival Film Cannes 2025, dan menuai liputan luas dari kritikus internasional karena ambisi visual dan naratifnya.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/pit)
Advertisement
