FILM INTERNASIONAL

The Golden Era, Berikut Film-Film Klasik 90-an Yang Harus Kamu Tonton Sekali Seumur Hidup!

Sabtu, 04 September 2021 12:25 Penulis: Editor KapanLagi.com

The Usual Suspect (Credit: imdb.com)

Kapanlagi.com - Film klasik Hollywood selalu memiliki sisi nostalgia melalui penggambaran atmosfer di dalamnya. Tak hanya membawa ingatan masa lalu, film klasik juga memiliki karakteristik yang kemudian menjadi ‘textbook’ di dunia perfilman. Era film klasik bahkan digadang-gadang sebagai The Golden Age of Hollywood. Apalagi, di era 1990-an merupakan tahun berkembang pesatnya film Hollywood di seluruh dunia sebagai salah pengaruh pop-culture.

Genre seperti kanibalisme, psychological-thriller, crime-thriller sampai misteri mendominasi jagad perfilman Hollywood. Juga, penggambaran karakter-karakter yang ikonik menjadi nilai plus di mata para penontonnya. Jelas, kualitas film-film klasik tak akan pernah lekang oleh waktu.

Penasaran? Berikut daftar selengkapnya..

1. The Usual Suspect (1995)

Bicara soal genre kriminal dalam film, THE USUAL SUSPECT mungkin akan muncul pertama kali di benak kamu. Roger “Verbal” Kint (Kevin Spacey) tampil memukau sebagai ‘impostor’ yang berhasil mengelabui penontonnya. Berawal dari lima orang terduga kriminal yang bersama-sama diinterogasi untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya dalam kasus pembajakan truk. Keaton (Gabriel Byrne), McManus (Stephen Baldwin), Fenster (Benicio del Toro), hockney (Kevin Pollak), dan Verbal (Kevin Spacey) kemudian dibebaskan karena kurangnya bukti. 

Keaton tidak terima atas tuduhan yang melibatkannya dan mereka berlima sepakat untuk melakukan balas dendam. Mereka berencana untuk merampok barang-barang selundupan dalam mobil NYPD. Naas, rencana mereka diketahui oleh kriminal misterius Keyser Koze, dan Ia mengajak lima orang tersebut untuk bekerja sama agar dibebaskan dari konsekuensi kejam Koze. 

THE USUAL SUSPECT tampil sebagai film bergenre neo-noir dengan alur yang lumayan rumit. Diproduksi hanya dengan budget $6 juta atau setara dengan Rp 83 miliar, film ini mampu bersaing dengan film terkenal lainnya, TOY STORY. Bahkan, para aktornya rela dibayar di bawah tingkat gaji mereka. Penulisan script  oleh Christopher McQuarrie yang sempurna menjadi senjata film ini bisa begitu melegenda di zamannya. Plot twist-nya juga layak dijadikan primadona untuk tampil sebagai salah satu film terbaik di era 90-an.

 

2. The Scent of A Woman (1992)

Merupakan adaptasi dari novel milik Giovanni Arpino Il Buio E Il Miele, THE SCENT OF A WOMAN bercerita tentang Charlie Simms (Chris O’Donnell) yang bekerja paruh waktu sebagai perawat bagi Frank Slade (Al Pacino). Slade merupakan veteran tentara yang buta, depresi dan bermulut tajam. Cerita berawal dari Slade dan Chris yang pergi ke New York untuk liburan Thanksgiving. Mereka melakukan banyak hal untuk bersenang-senang meskipun Charlie harus sekolah. Masalah datang saat Slade mencoba bunuh diri atas rasa bersalahnya terhadap masa lalu. Puncaknya saat Slade dengan tidak terduga menjadi wali dari Charlie atas tuduhan yang diberikan teman-temannya.

THE SCENT OF A WOMAN merupakan proyek besar dengan menggandeng Al Pacino yang terkenal lewat THE GODFATHER. Tidak heran, banyak juga aktor yang berlomba-lomba mengikuti casting seperti Matt Damon, Ben Affleck bahkan hingga Brendan Fraser. Keberadaan Al Pacino membuat siapapun deg-degan bukan main. Bahkan, sang sutradara, Martin Brest ingin memisahkan Pacino dan O’Donnell untuk menciptakan suasana mencekam namun gagal karena mereka malah berteman dekat di balik layar. Di luar penulisan script yang memorable, adegan menari Tango di restoran merupakan highlight dari film yang mengantarkan Pacino sebagai Academy Award for Best Actor. Tidak diragukan lagi, penampilan Al Pacino sebagai Frank Slade merupakan yang terbaik dalam karirnya.

3. The Silence of The Lambs (1991)

Bercerita tentang Clarice Starling (Jodie Foster) seorang trainee muda FBI yang mencari pembunuh berantai ‘Buffalo Bill’ di mana Ia menguliti para korbannya. Starling mencoba memakai bantuan psikiater sekaligus pembunuh kanibalistik yang sudah dipenjara, Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins). Starling harus mewawancarai Hannibal dalam sel untuk menemukan celah kasus yang ditanganinya. Hannibal dengan segala kepintarannya, berhasil membuat Clarice bertukar informasi dengannya. Secara tidak sadar, hal tersebut menggugah kembali trauma masa Starling. 

Penuh adegan mencekam dengan disuguhi percikan darah, THE SILENCE OF THE LAMBS menjadi salah satu film ikonik pada zamannya. Anthony Hopkins membuat penampilan melegenda dan berhasil menyabet Best Picture. Aura dan aktingnya yang mampu bikin bergidik ngeri, juga pernah membuat Jodie Foster ketakutan sehingga Ia tak bisa menatap Hopkin selama beberapa saat. Sebagai film anti-hero, jelas penonton akan terbuai hasutan Hannibal untuk menjustifikasi perbuatannya. Inilah yang membuat film semakin menarik untuk dilihat. 

Selain itu, THE SILENCE OF THE LAMBS digadang-gadang menyelipkan narasi feminis dengan karakterisasi Clarice Starling sebagai satu-satunya trainee FBI  wanita yang dipercayai memegang kasus berat pertamanya. Tak hanya itu, pandangan rendah terhadap wanita dan pelecehan seksual dilakukan oleh ‘Buffalo Bill’ juga mengindikasikan nilai-nilai feminisme dalam film tersebut. Tak heran film ini adalah film yang pertama kali memenangkan empat kategori sekaligus di Oscar sebagai Best Picture, Best Actor, Best Actress dan Best Adapted Film. 

Menonton film klasik memang menyenangkan sekaligus memberikan gambaran umum bagaimana kehidupan era 90-an berlangsung. On top of that, film klasik merupakan jenis film yang tidak akan pernah bosan ditonton berkali-kali. Ayo, cepat-cepat nonton ya!

Ditulis oleh: Adelia Dewi Masita

 

 


REKOMENDASI
TRENDING