Artika Sari Devi Hampir Jadi Tawanan GAM
Kapanlagi.com - Jantung berdegup terus menerus disertai rasa takut yang amat sangat pernah dirasakan. Pikiran pun langsung melayang tidak akan pernah bertemu keluarga lagi. Semua itu masih terekam jelas dalam ingatan Artika Sari Devi ketika bertugas sebagai relawan bencana tsunami di Aceh akhir tahun 2004 lalu. Ya, ketika itu ia hampir menjadi tawanan Gerakan Aceh Merdeka yang mencegat mobil yang ditumpangi bersama anggota relawan lainnya.
"Memang saat itu saya gemas karena barang yang saya bawa dari Yayasan Putri Indonesia terlalu lama nginap di gudang. Saya pikir korban tsunami pada waktu itu butuh bantuan cepat. Sebab yang saya bawa makanan bayi, susu, pakaian wanita. Dan akhirnya saya nekat bersama beberapa valounter yang ada di sana untuk naik mobil sendiri dan berjalan menyusuri pantai untuk kirimkan bantuan itu. Tiba-tiba kami distop ya saya deg-degan plus takut. Apalagi mereka bawa senjata," katanya.
Penghadangan tersebut sebelumnya tak pernah terpikirkan Tika. Sebab ia hadir disana memang untuk membantu meringankan serta menyalurkan bantuan bagi para korban tsunami. Supaya bantuan cepat sampai Tika bersama anggota relawan lainnya berinisiatif menyalurkan sendiri tanpa pengawalan aparat keamanan. "Saya kan pakai jilbab sambil terus nunduk. Doa pun terus dipanjatkan dalam hati. Sebab niat saya membantu korban bukan yang lain. Saya terus berdoa agar semua lancar," lanjutnya.
Kiranya doa Tika dikabulkan Tuhan. Mereka pun dilepaskan GAM. Hal ini berkat bantuan supir yang mengantar berasal dari daerah setempat. "Ya, saya ngga ngerti apa yang dibicarakan sebab mereka berbicara dengan bahasa Aceh. Akhirnya kita dibolehkan jalan walau beberapa barang diambil mereka. Ngga apa-apa deh pikir kita daripada jadi sandera," imbuh Puteri Indonesia 2004 ini.
Advertisement
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kl/opa)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
