Benyamin, Legenda BetawiBenyamin S Pun Pernah Main Film Esek-Esek

Senin, 23 Juni 2014 16:11 Penulis: Darmadi Sasongko
Benyamin S Pun Pernah Main Film Esek-Esek Benyamin S © KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Oleh: Darmadi Sasongko

Film horor berbau seks (horseks) juga pernah melanda dunia perfilman Indonesia pada akhir tahun 70-an. Komedian Benyamin S pun pernah mendapat peran film esek-esek dengan dibumbui adegan perkelahian.

Saat itu dunia akting sedang terancam persoalan akibat masuknya film-film luar negeri ke Indonesia. Pemerintah melakukan ketetapan kalau setiap import satu film harus diikuti produksi enam film nasional.

Akibatnya, muncul orang-orang yang bukan dari kalangan perfilman tertarik untuk memproduksi film. Film-film dibuat dengan biaya murah, tanpa memperhitungkan kualitas. Akibatnya tidak laku di pasaran bioskop. Sebagian lagi terlalu pro pasar dengan menawarkan adegan-adegan para bintang seksi.

Film berjudul Tuan, Nyonya dan Pelayan diproduksi tahun 1978 menjadi salah satu bukti. Film itu menghadirkan Benyamin S yang memerankan tokoh Dul Tiul. Film ini menampilkan adegan-adegan panas tentang perilaku para majikan laki-laki (Tuan) yang minta dipijit pembantunya, sementara sang majikan perempuan (Nyonya) juga minta dilayani oleh pembantu laki-laki.

Benyamin S © KapanLagi.comBenyamin S © KapanLagi.com

Benyamin dan istrinya, Mariam (Kumala Dewi)  sama-sama calon pembantu rumah tangga (kacung) yang diambil dari kampung. Mereka direkrut oleh sebuah sindikat yang ingin ambil untung dari pekerjaan keduanya.

Resminya profesi Ben sebagai pembantu rumah tangga, namun juga sebagai tukang pijat untuk sang Nyonya. Begitupun juga istrinya, sebagai tukang pijat untuk tuannya. Saat memijat disyaratkan tidak boleh mengenakan pakaian. Mereka sebagai pemuas para tuan dan nyonya besar.

Akibat iklim seperti di atas film nasional mulai tidak laku di bioskop. Pemasukan turun drastis, dan banyak perusahaan dan karyawan rumah produksi harus gulung tikar.

Benyamin S © KapanLagi.comBenyamin S © KapanLagi.com

Ben juga terancam menghadapi kebangkrutan, kendati dia kemudian beruntung karena sempat dikontrak bermain film di Malaysia, Panglima Badul. Sekembali dari Malaysia, kembali membuat film Betty Bencong Slebor, tapi juga tidak sukses di pasaran. Film ini menjadi film Ben terakhir membuat film dengan biaya sendiri.

Bukan hanya perusahaan filmnya yang tutup, usaha Ben memutar bioskop keliling juga perlahan-lahan ikut mati. Zaman dulu memang banyak pengusaha bioskop keliling. Mereka menggunakan lapangan yang dipagar bambu, dengan menarik tiket untuk melihat film-film yang diputar.

Tapi Ben tetap bisa bertahan mencari celah yang bisa diambil. Dia akhirnya memilih show ke daerah-daerah bersama artis-artis Safari yang saat itu dikoordinir almarhum Eddy Sud (mantan suami Itje Trisnawati). Selain itu juga masih sempat bermain sandiwara Lenong, dan dikontrak bermain film oleh beberapa kenalannya.

(kpl/dar)


REKOMENDASI
TRENDING