Benyamin S © KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Oleh: Darmadi Sasongko Sepanjang Mei 2014, sebuah stasiun televisi swasta nasional memutar beberapa film lawas untuk mengisi rangkaian libur nasional. Salah satu film yang diputar berjudul Ratu Amplop yang dibintangi Benyamin S, Ida Royani, Connie Sutedja, Ratmi B.29, Eddy Gombloh, Ida Kusuma dan lain-lain. Berdasarkan data base, film Ratu Amplop diproduksi tahun 1974, dan beredar sekitar awal tahun 1975. Filmnya berdurasi 111 menit diproduseri MT Arsyad dan diedarkan oleh Adhi Yasa Film. Sebagai pengarahnya, sutradara Nawi Ismail dan ceritanya digarap Firman Muntaco. Jika dihitung, usia film ini sudah 40 tahun. Karena itu, secara teknologi bisa dibayangkan mulai dari kualitas gambar dan audionya, apalagi beberapa kata kasar yang banyak diedit. Dialognya memang banyak mengeluarkan kata umpatan; kurang ajar, bangs** dan banyak adegan merokok, yang dianggap kasar untuk ukuran sekarang dan dilarang ditayangkan di televisi. Namun tidak mengganggu jalannya cerita.
Benyamin S © KapanLagi.comProtes dimuat di Suarat Pembaca Harian Kompas edisi 22 Januari 1975 dengan judul 'Benyamin S. Jangan Menghina Janda'. Penulis saat itu mengajukan protes setelah menyaksikan aksi Ben di telivisi menyanyikan lagi tersebut. Akibat protes ini, Banyamin pun menyampaikan permintaan maaf kepada para janda. Dia menerangkan tentang maksud lagu tersebut dengan menceritakan cerita filmnya yang saat itu belum beredar.
Surat bantahan Banyamin dimuat di Surat Pembaca Harian Kompas edisi 3 Februari 1975. Berikut beberapa potongannya yang diambil dari buku Kompor Mleduk, Benyamin S terbitan The Creative Library (2007):
"Begitulah lagu itu saya ciptakan yang disesuaikan dengan skenario, jadi bukan semata-mata saya tujukan kepada semua janda-janda. Tobat-tobat betul-betul kalau lagu itu saya tujukan kepada semua janda, sebab saya yakin tidak semua janda begitu, tidak semua perjaka brengsek, tidak semua duda kurang ajar dan tidak semua ibu tiri (katanya) jahat (ingat lagu Ibu Tiri ciptaan almarhum Mashabi)," tulis Benyamin.
Advertisement
"Terus Terang saya takut dong sama janda-janda kalau dia tersinggung, benar juga saya bisa diboikot semua janda-janda. Padahal ibu saya, kakak saya, adik saya, keponakan saya juga janda," tambahnya.
Di bagian terakhir surat Benyamin mendoakan agar para janda tidak menirukan akting Connie Sutedja sebagai janda yang kerap menghina orang lain.
"Semoga saudari saya/famili saya yang janda-janda jangan ikut-ikutan Connie Sutedja dalam film Ratu Amplop. Jangan suka mencela, menganggap rendah orang susah, ingat pepatah orang dulu: Jangan suka menghina orang nanti jauh jodoh," tulis Benyamin di akhir surat.
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
(kpl/dar)
Advertisement
