Betharia Sonata, Bahagia Dengan Pernikahan Sirri

Senin, 30 Januari 2006 18:08 Penulis:
Kapanlagi.com - Perkawinan sirri adalah jalan yang diambil oleh penyanyi melankolis, Betharia Sonata, setelah perceraiannya dengan bintang laga Willy Dozan. Wanita yang kini berusia 43 tahun itu merasa bahagia, walaupun menjalani kehidupan perkawinan yang kini seolah jadi 'trend' dan mulai banyak disoroti oleh masyarakat kita.

Kehancuran batinnya saat perkawinan yang pertama membuat Betha lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan juga mempertimbangkan usianya, serta menghindari perbuatan zinah yang membuat dirinya memilih seorang pengusaha yang kini tinggal di Negara Pizza, Italia, menjadi suami sirinya.

"Mungkin inilah yang cocok buat saya, karena saya memiliki masa lalu yang.. gimana ya? (sambil sedikit berpikir-red) dan saya bersyukur ada orang yang menerima saya seperti sekarang ini," ungkap ibunda dari Leon dan Nabila, saat diwawancarai oleh tim KapanLagi.com, pada acara ultah ke-3 Jason, putra pengacara Zul Armain, SH, di Plaza Semanggi (29/01).

Walaupun terbentang jarak yang sangat jauh, hal itu tidak menghalangi pasangan ini untuk melepas rindu dan memadu kasih, karena komunikasi selalu mereka jalin walaupun hanya melalui telepon.

"Komunikasi 'by phone' jalan terus dan sebentar lagi paling lama 2 minggu aku nyusul ke Itali," tuturnya.

Komitmen yang mereka buat memang terasa janggal, karena mereka cuma bertemu sebentar setelah itu berpisah kembali. Disamping itu, dari perkawinan ini, mereka tidak menginginkan adanya keturunan.

"Kebetulan kita tak akan pernah punya anak lagi, karena dia udah berumur 55th. Dia mau konsen ke anaknya sendiri," ujarnya.

Menurut Betha, sang suami yang masih dirahasiakan identitasnya ini adalah orang yang sangat mencintainya, dia juga sangat dekat dan sayang sama kedua anaknya, Leon dan Nabila.

Dalam relung hati yang terdalam, Betha juga menginginkan bisa bersanding bersama sang suami dan merasakan lindungan dalam dekapannya, seperti layaknya suami istri yang lain. Namun karena keadaanlah yang membuat mereka harus melakukan ini semua. Akhirnya, mereka hanya bisa berpasrah, dan Betha sendiripun amat yakin pada komitmen yang mereka bangun bersama.

Betha menambahkan, perkawinan yang mereka lakukan berawal dari rasa saling percaya dan bukan mencari untung rugi, tapi hanya kebahagian semata yang ingin mereka rengkuh.

(kl/ww)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING