Bila Aa Gym Berceramah Dengan Bahasa Jawa
Kapanlagi.com - Falsafah menggunakan ungkapan sesuai dengan bahasa umatnya dilakukan oleh KH Abdullah Gymnastiar yang lebih dikenal dengan panggilan Aa Gym saat ia memberikan ceramah agama di hadapan pedagang pertokoan Darmo Trade Centre (DTC), di Wonokromo, Surabaya, Rabu (14/9).
Di hadapan pedagang yang dulu dikenal sebagai pasar Wonokromo itu, pria asli Sunda itu berusaha tampil dengan selingan-selingan bahasa Jawa Inggil (kromo) sehingga menjadi bahan tertawaan.
Saat membahas materi yang ketiga, pimpinan Pesantren Daarut Tauhid di Bandung itu, berujar, "Yang ke-tellu (tiga)... Kok gak enak ya bahasa Jawa".
"Susah ya berbahasa Jawa itu. Nyarinya lama, keluarnya cuma sedikit," kata pria bernama asli Yan Gymnastiar yang lahir di Bandung, 29 Januari 1962 itu.
Advertisement
Meskipun demikian, suami dari Ninih Muthmainah Muhsin itu terus berupaya untuk mendekatkan diri dengan pemirsanya yang sehari-hari akrab dengan bahasa Jawa.
Kata-kata yang sering ia katakan adalah pertanyaan apakah para pedagang itu sudah mengerti atau belum. "Wis ngertos ya?" katanya.
Dakwah yang dilakukan pendiri Kelompok Mahasiswa Islam wiraswasta (1987) itu merupakan rangkaian dari "ceramah menjelang Ramadhan" di delapan kota.
Sehari sebelumnya, Aa Gym, yang pernah menjadi komandan Resimen Mahasiswa di Akademi Teknik Jenderal A Yani, Bandung, tahun 1982 itu, juga berdakwah di Akademi TNI AL, kampus Universitas Airlangga dan Masjid Al Akbar Surabaya.
Safari di delapan kota itu -- Surabaya, Makassar, Solo, Denpasar, Palembang, Jakarta, Semarang dan Yogyakarta -- tahun ini bertemakan Rindu Menebar Amal.
Materi yang disampaikan Aa Gym di masing-masing kota tersebut, bisa disingkat menjadi "Tengil Bo", yakni kepanjangan dari takabur, egois, norak, galak, iri, licik, boros dan over acting.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/dar)
Advertisement
