SELEBRITI

Cerita Ifan Seventeen Terseret ke Tengah Laut dan 3 Penyelamatnya

Jum'at, 28 Desember 2018 21:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Kronologi Ifan Seventeen bertahan hidup pasca tersapu Tsunami Anyer / Credit: KapanLagi - Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Banyak orang yang penasaran bagaimana cerita dari Ifan Seventeen selamat dari lubang maut kala Tsunami Anyer menggulungnya. Padahal seperti diketahui, 3 anggota band lainnya, Bani, Herman dan Andi tak bisa bertahan hidup.

Selama ini, Ifan memang masih belum mau bicara banyak mengenai kronologi detail mengenai perjuangannya bertahan hidup dari Tsunami Anyer. Ia sebelumnya lebih fokus untuk menata hati pasca ditinggal para sahabat tercinta, pun sang istri, Dylan Sahara yang juga jadi korban.

Lewat postingan Instagram terbarunya, Ifan pun akhirnya memutuskan untuk buka suara. Beberapa cerita yang mencengangkan pun akhirnya terkuak, seperti kemunculan dari 3 penyelamat hidupnya.

1. 3 Penyelamat Hidup Ifan

Usut punya usut, Ifan sempat terseret hingga ke tengah laut saat dirinya tersapu Tsunami. Saat pintu ajal sudah di depan mata, pemilik nama asli Riefian Fajarsyah itu 'diselamatkan' oleh sebuah box hitam yang biasa dipakainya untuk membawa equipment alat musik.

"Sebenernya Allah mengirimkan tiga penyelamat waktu bencana kemarin. Yang pertama kotak hitam di tengah, yang Allah kirimkan sebagai penyambung nyawaku saat aku terkatung-katung di tengah laut selama 2 jam, dengan jarak hampir 1 km dari bibir pantai bersama 3 orang lainnya. Walaupun sudah setengah mengapung, tapi masih mampu menjadi sandaran jari-jari kami saat kami benar-benar kelelahan dan kehabisan napas," tulis Ifan pada postingannya.

2. Ditolong 2 Orang Tak Dikenal

Setelah berhasil kembali ke bibir pantai dan Tsunami sudah mereda, perjuangan Ifan tak lantas berhenti begitu saja. Ia masih harus bertahan hidup dengan kondisi kebingungan dan tentunya rasa takut yang besar. Beruntung, lagi-lagi Ia mendapat pertolongan lainnya.

"Yang kedua dan ketiga adalah mas @episoemarna (kanan) dan bang @yusrankiyut (kiri), pertemuan tak sengaja di tengah jalan dan di ruang IGD rumah sakit, di tengah kebingunganku, tanpa kendaraan, tanpa arah, tanpa uang sepeserpun yang aku pegang waktu itu. Dengan keadaan yang tidak saling kenal, mereka dengan ikhlas memberikan waktu mereka 2 hari full, dari mengantarkanku ke manapun, memberikanku makanan, meminjamkan sarung dan pakaian, tas, obat-obatan, jaket yang mereka pakai saat aku kedinginan, menyebarkan data kepada relawan tentang ciri-ciri istriku, sampai memberikan support moril dalam proses pencarian istri dan drummerku selama di sana," sambung Ifan.

Tak lupa Ifan mengungkapkan rasa terima kasih terdalam kepada 2 pria yang telah banyak membantunya tersebut. "Mas Epi, bang Yusron, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mas Epi dan bang Yusron, ga akan cukup aku yang ngebales," pungkas pria berusia 35 tahun ini.


REKOMENDASI
TRENDING