Gagasan Buku Online Harry Potter Ditolak J.K. Rowling

Kapanlagi.com - Saat buku keenam HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE karya J.K. Rowling diluncurkan Juli mendatang, anak-anak dari mancanegara akan antre di toko buku atau menunggu di rumah atau perkemahan musim panas untuk memperoleh buku ini melalui pos.Tetapi barang siapa yang berusaha membaca buku ini online, sebaiknya jangan dicoba sama sekali, setidaknya dari segi hukum, demikian dikutip dari AP (Associated Press).Rowling tak mengizinkan keenam buku HARRY POTTER beredar dalam format elektronik, bahkan tak beredar semasa buku online sangat digemari beberapa tahun lalu. Pengacara Neil Blair dari agensi penulis Rowling, hanya mengatakan bahwa "ini bukan bagian yang ingin diedarkan kami melalui sistim lisensi" dan Blair tak memberikan tanggapan langsung jika buku online bajakan berdampak pada penjualan buku HARRY POTTER. "Kami memantau Internet dan mengambil tindakan yang semestinya," papar Blair.Pilihan Rowling mengikuti trend industri penerbitan. Para kawula muda biasanya lebih terbuka pada teknologi baru, tetapi pasaran buku online bekerja beda. Buku best seller dewasa THE DA VINCI CODE karya Dan Brown dan buku 1776 karya David McCullough dapat diperoleh online tetapi tidak demikian dengan buku karya Rowling dan para penulis buku anak lainnya, seperti Lemony Snicket, Cornelia Funke dan R.L. Stine."Bukannya kami tak mengujicoba pasaran ini," kata Direktur Pemasaran, Jason Campbell, dari divisi buku online Harper Media dari penerbit HarperCollins."Kami telah mengedarkan karya The Princess Diaries karya R.L. Stine dan (Meg Cabot) dan ternyata kurang sukses. Buku The Princess Diaries telah merupakan buku online bagi para kawula muda tetapi tak sebanding penjualan buku online karya Michael Crichton," tambah Campbell.Ada berbagai alasan atas keberatan pada peredaran buku online, termasuk keinginan para penulis menjaga privasi buku di atas kertas daripada pembajakan digital hingga persaingan dari televisi dan media lainnya. Tetapi masalah terbesar adalah kekurangan sarana pembacaan yang popular, dan ini merupakan hambatan yang telah menghambat usaha buku online dari awal."Saya tidak merasa pada waktu itu dan sekarang ini, bahwa ada perangkat keras yang cukup menarik atau keran untuk menarik anak-anak," kata kepala divisi buku anak-anak Barbara Marcus dari penerbit Scholastic, Inc. yang menerbitkan buku karya Rowling."Salah satu fantasi yang saya bayangkan adalah anak-anak yang berkeliling, tanpa tas ransel dan seseorang akan mengatakan, 'Kau harus membaca Of Mice and Men dan The Red Badge of Courage. Ini buku online.' Fantasi itu belum terwujud," jelas Marcus.Pasaran buku online tetap berkembang, meskipun merupakan bagian kecil dari industri penerbitan yang bernilai milyaran dollar US. Menurut organisasi Open eBook Forum, hasil pendapatan bersih mencapai US$9.6 juta pada tahun 2004, yang adalah peningkatan US$ 4 juta dari pendapatan bersih tahun 2002. Jumlah buku online telah meningkat dua kali lipat dalam periode itu, hingga hampir mencapai 1,7 juta eksemplar buku, meski penerbitan buku online telah menurun.Tak tersedia data statistik terpisah untuk buku anak-anak online tetapi banyak yang yakin bahwa buku HARRY POTTER akan sukses besar dalam format online, mengingat beberapa ribu eksemplar sudah dianggap best seller."Saya yakin bahwa ini akan segera menjadi buku best seller dan akan merupakan sarana pemasaran sangat baik agar orang membeli bukunya dalam format cetak," kata direktur eksekutif Nicholas Bogaty dari organisasi Open eBook Forum.Para pejabat industri penerbitan setuju bahwa buku online Harry Potter akan sangat menguntungkan karena banyaknya penggemar; daya tarik pada para pembaca buku novel fantasi, yang terjual relatif baik dalam bentuk elektronik; dan daya tarik bagi para pembaca dewasa, suatu yang aset yang membantu meyakinkan penerbit Random House mengedarkan buku online Eragon karya Christopher Paolini."Tak ada pasaran buku yang tak menarik bagi orang dewasa, karena mereka yang memiliki akses pada sarana elektronik sekarang ini," kata wakil direktur Linda Leonard dari divisi Internet di penerbit buku anak-anak Random House Children's Books. "Agak frustrasi. Anak-anak handal dengan teknologi, tetapi kami tak bisa menjangkau mereka," tambahnya. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending