SELEBRITI

Gisella Anastasia Bongkar Alasan Cerai dari Gading Marten, Berhubungan dengan Masa Lalu

Selasa, 15 September 2020 15:15

Gisella Anastasia - Gading Marten © KapanLagi.com/Bayu Herdianto/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Gisella Anastasia belajar banyak dari pengalamannya di masa lalu, termasuk dalam urusan rumah tangga. Setelah pernikahannya dengan Gading Marten kandas di awal tahun 2019 lalu, Gisel mengaku dirinya lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan menemukan kedamaian.

Mengulik masa lalu seorang Gisella Anastasia, ternyata ada kenangan kurang menyenangkan yang tersimpan di lubuk hati kekasih Wijin ini, salah satunya adalah kurang kasih sayang. Faktor ini diakui Gisel membuatnya mengambil keputusan yang salah terkait hubungannya dengan Gading Marten.

"Banyak penghakiman di masa lalu, kayak kurang kasih sayang orangtua dan segala macem," ungkap Gisel dilansir dari kanal YouTube Daniel Mananta Network.

 

1. Konsultasi ke Psikolog

Merasa ada yang salah dengan dirinya, Gisel bahkan sempat berkonsultasi dengan psikolog. Dari hasil konsultasinya, diketahui bahwa Gisel adalah sosok yang haus kasih sayang.

"Even aku dateng ke psikolog buat minta penyelesaian. Psikolognya bilang, 'Okay I understand Gisel kamu begini...' Maksud dia mungkin baik, maksudnya mungkin aku mau diproses, dia ngomong aku tuh begini karena aku tuh kurang sosok ayah dari kecil. Bapak ada, cuma kan ya sibuk dengan urusannya sendiri, kerja. Terus ya ada lah di keluarga kami ada badai-badai sedikit lah, pokoknya emang kurang, kurang deket gitu. Jadi menurut dia aku tuh begini tuh karena emang aku kering, emang haus kasih sayang, emang karena butuh sosok ayah, sosok pemimpin, sosok yang bisa dijadiin pegangan, gitu. Jadi dia kayak mengonfirmasi gitu. Semua," tuturnya.

2. Menyalahkan Masa Lalu

Informasi yang diperolehnya dari psikolog ini kemudian dijadikan pembenaran atas segala tindakan yang dilakukan oleh Gisel di masa lalu. Namun seiring berjalannya waktu, Gisel mulai menyadari bahwa tak seharusnya masa lalu mempengaruhi kehidupannya di masa kini dan perlahan belajar untuk berubah.

"Iya ya, jadi emang beneran dong aku butuh sebenernya ya. Dan jadi kayak, tuh kan kata psikolog aja gitu, emang masa laluku gini. Jadi I was blaming my masa lalu, yang padahal kalau kita udah tau sekarang ya masa lalu emang udah masa lalu. Harusnya bukan jadiin pembelaan kayak gitu, tapi memang jadi pembelajaran. Pokoknya itu emang udah dijadiin buat membentuk kita membentuk kita sebenernya. Untuk membentuk kita jadi lebih baik, jadi nggak bisa nyalahin masa lalu. Kita harusnya berdamai, kita maafin masa lalu. Harusnya bisa, emang harus pakai Tuhan sih. Kalau nggak sih emang susah sih," tandas ibu Gempita Nora Marten ini.


REKOMENDASI
TRENDING