Ibunda Alda Risma Disuap Ferry Surya?

Minggu, 06 Februari 2011 08:10 Penulis: Anton
Ibunda Alda Risma Disuap Ferry Surya? Ny. Halimah, ibunda Alda Risma
Kapanlagi.com - Farhat Abbas mensinyalir adanya campur tangan Ny. Halimah, ibunda almarhumah penyanyi Alda Risma, hingga berujung pada pengurangan hukuman penjara atas Ferry Surya Prakasa, pelaku pembunuhan Alda. Dan hal itu bertentangan dengan perjuangan tim pencari fakta, yang mana Farhat ikut di dalamnya.

"Saya dapat info ibu Alda pernah menulis surat seolah Ferry itu orang baik, dalam arti bertentangan dengan perjuangan tim pencari fakta. Itu tanda tanya besar bagi kami. Seandainya ibunya memaafkan, ya Ferry pulang (bebas hukuman)," ujar Farhat saat membeberkan soal pengurangan hukuman pelaku pembunuhan Alda, di kantornya di Plaza Basmar lantai I, Jl. Mampang Prapatan 106, Jakarta, Sabtu (5/2).

"Di sini kalau ibu Alda Risma memaafkan Ferry, seharusnya Ferry pulang mungkin dengan imbalan uang dan kebaikan kepada keluarga ini (keluarga Alda). Karena selama ini tulang punggung keluarga adalah Alda. Tapi hakim agung yang memvonis perkara ini masih punya hati, kalau dimaafkan hanya dihukum 8 tahun," imbuhnya.

Farhat yang pernah menjadi kuasa hukum keluarga Alda atas kasus pembunuhan pelantun tembang Aku Tak Biasa itu, menegaskan bahwa jika memang ibunda Alda memaafkan Ferry, sebaiknya dibebaskan penuh tanpa hukuman penjara.

"Saya rasa majelis hukum dalam kasus ini mempertimbangkan tapi menyampingkan untuk membebaskan Ferry. Jadi walaupun ibunya Alda Risma terima uang dari Ferry untuk kebaikannya kepada ibunya Alda yang mempengaruhi hakim, maka hakim mengenyampingkan itu. Karena 8 tahun sudah berat karena hanya terbukti pembunuhan biasa," tandasnya.

Lebih jauh saat ditanya soal apakah akan ada pembelaan dari tim pencari fakta kasus Alda, Farhat berencana akan mengajak Ny. Halimah untuk berembug.

"Saya akan berusaha memanggil ibu Alda, apakah vonis 8 tahun ini buat Anda (Ny. Halimah) puas? Kalau terlalu ringan, ayo protes. Tapi keluarga sudah memaafkan berarti hukuman 8 tahun itu terlalu berat. Seharusnya bisa saja dibebaskan, jadi kuncinya kan ibunya. Apakah ada udang di balik batu? Apa ada transaksi? Kalau ini bermanfaat, ini ada positifnya. Tapi begitukah mereka menilai atau menghargai sebuah nyawa?" tutupnya.   

(kpl/gum/bun)

Editor:

Anton


REKOMENDASI
TRENDING