SELEBRITI

Ifan Seventeen Curhat ke Ifan Govinda Soal Dylan Sahara, Makin Sedih dan Terpuruk

Kamis, 27 Desember 2018 18:45 Penulis: Tyssa Madelina

Ifan Govinda bicara soal Ifan Seventeen © KapanLagi.com/Adrian Utama Putra

Kapanlagi.com - Duka dan kesedihan tengah menyelimuti Ifan Seventeen setelah tragedi tsunami yang terjadi di Banten merenggut nyawa teman-teman satu band-nya dan juga sang istri, Dylan Sahara. Kendati terlihat sangat tegar di depan awak media namun Ifan justru makin terpukul setelah menyaksikan prosesi pemakaman istrinya. Hal itu diungkapkan oleh sahabatnya yang juga rekan seprofesi, Ifan Govinda.

"Terakhir komunikasi sama Mas Ifan kemarin siang terus sore juga masih ada komunikasi. Ya pastinya setelah dikuburkan semakin terpukul ya baru berasa banget kehilangan," ujar Ifan Govinda, saat dijumpai di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (27/12).

Mengobati luka pasca kehilangan orang yang dicintai memang tak bisa dibilang mudah. Namun Ifan Govinda sudah berkomitmen untuk terus mendampingi sahabatnya melewati masa-masa sulit.

"Ya dihibur pastinya mendampingi beliau. Nanti setelah beliau kembali ke Jakarta kita nanti bersama teman-teman menemani beliau, menghibur beliau istilahnya kita menawarkan diri untuk mendampingi terus," jelasnya.

1. Sering Dicurhati

Setelah cobaan demi cobaan menimpanya, Ifan Govinda mengaku sering menerima curhatan dari Ifan Seventeen. Ia pun merasa sangat maklum kalau Ifan masih dalam kondisi terpuruk saat ini. Pasalnya, untuk merelakan orang yang dicintai memang butuh waktu yang tak sebentar.

"Ya intinya manusia mana sih yang nggak terpukul kehilangan rekan kerja, sahabat, sekaligus pasangan juga jadi ya manusia mana kira-kira yang bisa kuat saya tanya teman-teman nggak mungkin ada. Intinya kita sebagai sahabat kita menguatkan," tandasnya.

2. Sosok yang Tegar

Riedhan Fajarsyah atau Idan, saudara kembar Ifan, pun bisa merasakan apa yang dialami oleh sang vokalis. Tapi dia juga yakin kalau Ifan bisa tegar menghadapi musibah tak terduga ini.

"Pasti terpukul lah. Tapi Ifan itu di keluarga adalah sosok yang paling tegar dari dulu. Saya ngomong gini bukan karena keadaan ini, nggak, cuma dulu pas ibu sakit saya udah nangis-nangis, Ifan itu nggak. Waktu almarhum papa meninggal kita udah nangis-nangis, dia masih tegar. Termasuk kejadian ini juga, walau dalam artian ini dia terpuruk juga," kata Idan usai Tahlilan di kediaman mendiang Herman kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (26/12/2018).


REKOMENDASI
TRENDING