SELEBRITI

Kembaran Ifan Seventeen Berhasil Selamat dari Tsunami Banten Berkat Kepentok Tembok

Kamis, 27 Desember 2018 15:47 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary

Riedhan Fajarsyah, kembaran Ifan Seventeen (Credit: KapanLagi/Akbar Prabowo Triyuwono)

Kapanlagi.com - Musibah Tsunami Banten yang terjadi belum lama ini menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga Ifan, vokalis band Seventeen. Para personil sekaligus para sahabatnya jatuh sebagai korban yang ditemukan meninggal dunia di tempat. Begitu pun dengan sang istri, Dylan Sahara.

Di balik musibah ini, beruntungnya seorang anggota keluarganya berhasil selamat. Tak lain ia adalah kembaran Ifan sendiri, Riedhan Fajarsyah, yang bersaksi bagaimana musibah itu berlangsung dan cara ia berhasil selamat. Rencana Tuhan memang sulit dinalar, kembaran Ifan selamat berkat sebuah kejadian unik, kepentok tembok.

"Saya jadi untungnya sempat kepentok tembok. Jadi saya lagi gendong anak nggak tahu apa-apa tiba-tiba saya ada di dalam air, saya bingung. Terus badan kehempas kan, sempat lihat ke atas kan, 'Wah, ini Tsunami!' Pas saya mau ngangkat (badan) terus kena arus kedua, anak lepas. Yang saya ingat di belakang kepala saya pada gitu (tertindih sama orang lain). Wajar ya, semua pasti pingin nyelamatin diri. Terus saya sempat kena kayu, dada nabrak tembok," terang Riedhan Fajarsyah usai Tahlilan di kediaman mendiang Herman kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

1. Ruang Jenset

Kejadian ini tidak berakhir begitu saja. Usai kepentok tembok, Riedhan terus berjuang untuk selamat. Tak hanya satu-dua kali, ia terus terhempas arus air yang kencang. Hingga ia sempat terseret masuk ke ruang jenset. Tempat almarhumah istri Ifan, Dylan Sahara, dan Andy ditemukan.

"Nah, itu mungkin yang menyelamatkan saya karena posisinya ruangan jenset. Dimana jenazah almarhumah Dylan sama almarhum Andy ditemukan tuh, pas di belakang saya. Kalau saya keseret lebih lama terus nggak kepentok tembok mungkin saya bernasib sama. Terus saya merangkak ke atas untuk ngambil napas, karena itu posisi airnya kan tinggi di atas kepala," sambungnya.

2. Cidera Kaki

Perjuangan Riedhan ini terus berlanjut. Dalam perjuangannya untuk terus hidup ini ia sampai mengalami cidera kaki. Meskipun cidera bersyukurnya ia berhasil selamat dan hidup.

"Terus, saya lepas lagi karena arusnya tuh kencang, kencang banget. Jadi tembok udah kepentok, geser pelan-pelan. Maju lagi ke depan, saya nyerempetin kaki, makanya kaki ini cidera. Jadi seperti itulah cara saya menyelamatkan diri. Ya alhamdulillah, saya sempat kepentok tembok kalau nggak mungkin masuk ruangan jenset juga," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING