Iga Mawarni: Tuhan Kembali Peringatkan Kita
Kapanlagi.com - Bencana gempa bumi yang menewaskan ribuan penduduk di Yogyakarta dan Jawa Tengah bagi penyanyi jazz Iga Mawarni adalah bentuk peringatan dari Tuhan kepada umat manusia, khususnya di Indonesia. "Untuk kesekian kali Tuhan memberi peringatan kepada kita," kata koordinator humas PAPPRI (Persatuan Artis, Pencipta lagu dan Penata musik Rekaman Indonesia) tersebut kepada wartawan, di sela peluncuran Indonesian Song Festival (Insof) di Jakarta, Rabu.
Menurut Iga, bencana alam yang sudah terjadi beberapa kali di Indonesia dan menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda penduduk harus bisa juga dilihat sebagai bentuk teguran keras dari Tuhan atas perbuatan makhluk ciptaan-Nya.
"Di negara kita ini sudah banyak terjadi kekacauan dan kerusakan akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, khususnya yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Sabtu, 27 Mei lalu itu sendiri merupakan pukulan cukup kuat bagi Iga Mawarni, setidak-tidaknya karena ia memiliki kedekatan khusus dengan wilayah yang dilanda bencana.
Advertisement
"Saya ini asal Solo," kata sang artis.
Lebih jauh ia juga menyampaikan harapan agar para korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang yang sangat dicintai tetap tabah dan ikhlas menerima kenyataan pahit tersebut.
"Saya berharap mereka tetap tabah dan ikhlas, sehingga dengan demikian dapat kembali menatap masa depan dengan penuh harapan," katanya.
Ketika ditanyakan apakah PAPPRI sudah melakukan aksi untuk memberikan bantuan kepada para korban. Ia menjawab, sudah ada ide ke arah itu.
"Hari ini kita akan membahasnya. Beberapa teman di PAPPRI seperti James F. Sundah, Dharma Oratmangun dan Vina Panduwinata sudah menyampaikan ide itu. Saya berharap bisa terwujud," katanya.
Menyinggung program Insof, yang merupakan program kerjasama antara PAPPRI dan Indosat, ia menyatakan festival itu sebagai ajang lomba cipta lagu untuk mencari bakat-bakat brilian yang dapat mendorong perkembangan dan kemajuan industri musik di tanah air.
"Di negara ini ada begitu banyak musisi berbakat, yang belum ditemukan. Nah, Insof ini bertujuan untuk menemukan mereka demi kemajuan dan perkembangan musik Indonesia," katanya.
Ia mengungkapkan, pendaftaran kompetisi dimulai 2 Juni-26 Juni 2006, dan diselenggarakan secara nasional di 12 kota besar termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang (kota alternatif setelah Yogyakarta dilanda gempa), Denpasar, Medan, Makassar, Manado dan Ambon.
"Final tingkat daerah kita jadwalkan tanggal 22 Agustus, sedangkan Grand Final (nasional) tanggal 22 September," demikian Iga Mawarni.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
