Jay Subyakto Terpilih Jadi Juri Anugrah Kebudayaan 2004
Kapanlagi.com -
Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang media massa, baik cetak maupun elektronik untuk turut membangun apresiasi masyarakat terhadap budaya. Hal ini sesuai dengan arti penting dan makna kebudayaan sebagaimana diamanatkan UUD 45 pasal 32 "Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia."
Kebudayaan sendiri dapat dikelompokkan dalam berbagai unsur seperti bahasa, sistem religi, sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem kesenian, sistem teknologi dan sistem mata pencaharian hidup. Berbagai unsur kebudayaan tersebut dikelompokkan dalam tiga wujud kebudayaan antara lain:
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya.
Advertisement
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud kebudayaan sebagai karya manusia maupun benda alam yang diberi makna budaya,
Berangkat dari pemahaman umum tentang kebudayaan tersebut maka untuk pemberian "Anugrah Kebudayaan 2004," program tayangan teve yang dinilai dan diberi penghargaan adalah yang berdedikasi dan mengandung muatan dan nilai-nilai kebudayaan seperti dijabarkan.
Untuk media teve, yang dinilai dan diberi penghargaan adalah program dan stasiun yang menayangkan program bermuatan kebudayaan. Kategori yang dinilai juga masih sama dengan tahun 2003, namun dengan perluasan wilayah tayang. Dari yang semula hanya untuk media teve yang menayangkan program bermuatan kebudayaan secara nasional, menjadi untuk program dan media teve di seluruh Indonesia, termasuk TVRI Daerah dan stasiun teve swasta lokal (yang jumlahnya sudah mencapai 56 buah).
Khusus media cetak, yang dinilai dan diberi penghargaan adalah karya tulis bermuatan kebudayaan. Hal yang sama juga diberlakukan untuk media iklan dalam penyampaian isi pesan, periklanan memanfaatkan media, baik media massa, media interpersonal maupun media interaktif.
Melalui proses penyaringan yang ketat akan diperebutkan 26 piala yakni:
Untuk media Televisi (10 piala) ;
1. Program Sinetron Terbaik beserta produsernya
2. Program Features Terbaik beserta produsernya
3. Program Acara Anak Terbaik beserta produsernya
4. Program Variety Show Terbaik beserta produsernya
5. Program Seni Pertunjukkan Terbaik beserta produsernya
Untuk media cetak (surat kabar harian) 8 piala:
1. Rubrik Features Terbaik beserta penulisnya
2. Rubrik Indepth Report Terbaik beserta penulisnya
3. Rubrik Artikel Opini Terbaik beserta penulisnya
4. Rubrik Fiksi Terbaik beserta penulisnya
Untuk iklan televisi dan cetak (8 piala);
1. Produser Iklan Layanan Masyarakat Terbaik beserta kreatornya
2. Produser Iklan Komersial Terbaik beserta kreatornya.
Narasumber ajang ini adalah Meutia F. Swarsono, Risman Musa dan Jaffar Assegaf. Sebagai dewan juri adalah 15 orang yang sudah punya nama dan pengalaman di bidang masing-masing. Yakni; Noorca Massardi, Ashadi Siregar, B. Guntarto, Ade Armando, dan Dana Iswara, untuk Media Televisi.
Untuk Media Cetak adalah; Sobari, Hamsad Rangkuti, Masmimar Mangiang, Leila S. Chudori, dan Donna Asteria.
Sedangkan untuk Media Iklan adalah; Edi Sedyawati, Sunarto Prayitno, Yasraf Amir Piliang, Priyanto Sunarto dan Jay Subyakto.
Menjawab pertanyaan disctarra.com mengenai banyaknya sineas asing yang membuat iklan bagus-bagus di Indonesia, Jay mengakui, "Memang benar, saya sendiri sering merasa sakit hati. Bahkan orang asingnya tidak jauh-jauh, dari Malaysia atau Thailand yang dikontrak produser. Baru ketika krismon, para produser beralih ke pembuat iklan dalam negeri. Tapi sekarang balik lagi, kembali memakai tenaga kreatif asing."
Sedangkan mengenai media cetak, Noorca menjelaskan, "Untuk kali ini memang masih surat kabar harian, belum termasuk tabloid, mingguan, majalah, apalagi dotcom, mungkin dalam penyelenggaraan tahun-tahun mendatang bisa diperluas lagi," begitu janjinya.
Siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang direncanakan akan diumumkan pada bulan Desember 2004, kemungkinan tanggal 7 atau 14, dan akan diliput oleh Metro-TV serta berbagai stasiun televisi Indonesia lainnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(dst/erl)
Advertisement
