Kak Seto Buka Pameran Tunggal Pelukis Down Syndrome

Jum'at, 18 Maret 2011 13:31 Penulis: Darmadi Sasongko
Kak Seto Buka Pameran Tunggal Pelukis Down Syndrome Samuel Santoso - Seto Mulyadi
Kapanlagi.com - Menyambut hari Down Syndrome Internasional yang jatuh pada 21 Maret mendatang, pemerhati anak, Seto Mulyadi membuka sebuah pameran tunggal lukisan karya Samuel Santoso, seorang anak berkebutuhan khusus (Down Syndrome).

Pameran lukisan yang diberi tajuk 'Pelangi Warna Samuel Santoso' itu menampilkan 50 lukisan yang dibuat sejak 2007-2011. Kak Seto sendiri mengaku sangat mengapresiasikan kegiatan ini.

"Saya melihat bahwa setiap anak kalau diberi pemenuhan hak untuk berkembang bakat dan potensinya, maka mereka akan terus berkembang. Ini juga karena kekuatan cinta dari kedua orang tuanya. Orang tua mau menerima kondisi apapun, meski anaknya memiliki down syndrom, dan bisa menemukan talenta dan bakatnya yang sangat bagus dan dikembangkan," ungkap Kak Seto ditemui di gedung Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/3)

Selain itu, menurut Kak Seto, pihak sekolah dalam hal ini sekolah tuna grahita juga dengan penuh kasih sayang mendorong untuk berprestasi. Didukung lagi ada masyarakat yang mendukung pameran tunggal semacam ini.

Dalam kesempatan itu pula, pria yang terkenal dengan karakternya sebagai Si Komo itu juga menerima kejutan dari Samuel. Sebuah lukisan diberikan secara khusus oleh Samuel sebagai hadiah. Lukisan itu pun akan dijadikan hadiah untuk ulang tahun anaknya yang ke-13, yang juga suka melukis.

"Saya juga sangat tidak menduga karena awalnya saya mau memilih satu lukisan untuk diberikan pada ulang tahun anak saya yang ke-13. Tapi ternyata diberikan, alhamdulillah ini kejutan lukisan yang sangat bagus dari Samuel. Akan saya berikan kepada anak saya yang kebetulan gemar melukis," ujar Kak Seto.

Kak Seto mengaku sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Samuel, yang kemudian berkirim surat memintanya untuk membuka pameran lukisannya.

"Sudah pernah bertemu dan dia sempat menulis surat meminta untuk membuka pameran lukisan ini. Saya juga izin dengan anak saya untuk terlambat ke acara ulang tahunnya demi datang ke acara ini. Mudah-mudahan ini menjadi contoh kepada anak-anak lain, karena mereka memiliki potensi yang terus bisa dikembangkan," ungkap Kak Seto.

Pameran tunggal lukisan Samuel Santoso ini juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang langsung diserahkan oleh Jaya Suprana. Penghargaan diberikan karena menjadi pameran lukisan tunggal pertama yang dilakukan oleh anak berkebutuhan khusus (Down Syndrome). 

(kpl/adt/dar)


REKOMENDASI
TRENDING