Kenal, Ini Reaksi Ibu Ardina Rasti Saat Gatot Brajamusti Diciduk

Jum'at, 02 September 2016 15:35 Penulis: Girindra Permana Cahya
Kenal, Ini Reaksi Ibu Ardina Rasti Saat Gatot Brajamusti Diciduk Erna Santoso © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Ibunda Ardina Rasti, Erna Santoso ternyata cukup mengenal sosok Aa Gatot Brajamusti. Ya, Erna adalah salah satu anggota PARFI yang dipimpin oleh Gatot. Ia pun mengungkapkan pendapatnya tentang penangkapan sang ketua.

Kaget dan prihatin menjadi reaksi pertama yang dikeluarkan Erna. Makin bingung lagi ketika ia sadar bahwa jika Aa Gatot ditangkap lantas siapa yang mengisi posisi ketua PARFI untuk aktivitas hariannya.

"Awalnya saya kaget dan prihatin. Kejadiannya seperti itu. Lebih prihatin lagi PARFI nggak ada ketuanya, mereka ada beberapa orang seperti ini dan itu. Tapi saya netral aja, jangan buru-buru menentukan sikap masing-masing. Jangan banyak orang yang muncul sebagai pahlawan kesiangan. Ini ketua gue, saya mengharapkan siapa aja yang jadi ketua dia ngerti, satu pengabdian kedua ikhlas itu kuncinya," ucapnya saat ditemui di Gedung Film, MT Haryono, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Erna Santoso prihatin dan shock saat Aa Gatot ditangkap polisi © Kapanlagi.com/Muhammad Akrom SukaryaErna Santoso prihatin dan shock saat Aa Gatot ditangkap polisi © Kapanlagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Erna mengatakan bahwa menjadi ketua bukanlah pekerjaan yang gampang. Menurutnya hal ini harus dipikirkan masak-masak siapakah yang akan menjadi ketua PARFI selanjutnya.

"Kalau cuman pengen duduk berarti itu hanya eksistensi, percuma. Ini berat karena semua harus merangkul semua anggota. Jangan saya, artis terkenal setelah duduk dan dia tidak bisa mengelola organisasi ini (PARFI) sama aja kejeblos, apalagi yang belum punya bekal. Ini bukan eksistensi, cari nama, tapi ini pengabdian. Waktu, tenaga, pikiran dan uang karena tanpa uang mana bisa dong. Kita harus menjalankan roda organisasi ini," ucapnya.

"Aa Gatot kan masih dalam masa-masa tersangka jadi jangan buru-buru dulu. Seharusnya bersatu berkumpul supaya jangan salah memilih yang kedua kalinya dan jangan setiap orang ngomongnya begini dan begitu," pungkas Erna.

(kpl/far/otx)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING