Aa Gatot Antisosial, Pernah Ditegur Ketua RW Karena Bikin Gaduh

Jum'at, 02 September 2016 06:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Aa Gatot Antisosial, Pernah Ditegur Ketua RW Karena Bikin Gaduh Aa Gatot © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Belum lama menikmati jabatan baru sebagai ketua umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Aa Gatot Brajamusti langsung ditangkap oleh pihak kepolisian ketika tengah pesta shabu. Hingga saat ini, kasus tersebut berbuntut panjang. Fakta-fakta baru mencengangkan tentang sosok Aa Gatot yang selama ini dikenal sebagai guru spiritual artis mulai terkuak ke publik.

Sebelumnya, kakak dari Elma Theana menyebut jika padepokan milik Aa Gatot itu hanya fiktif belaka. Kali ini giliran Ketua RW dari tempat tinggal Aa Gatot yang memberikan pernyataan tak kalah mengejutkan.

"(Aa Gatot) Orangnya agak aneh, kontroversial dan tidak suka bersosialisasi," ujar Louis, Ketua RW 017 Kelurahan Pondok Indah saat ditemui usai menjadi saksi selama penggeledahan di rumah kontrakan Gatot di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Kamis (1/9) malam.

Aa Gatot sering bikin gaduh di rumahnya © KapanLagi.com®/Budy SantosoAa Gatot sering bikin gaduh di rumahnya © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Louis sudah dua kali memberikan peringatan keras pada Gatot karena membuat kegaduhan di rumahnya. Pasalnya, warga sekitar merasa terganggu dan akhirnya protes karena tingkah Gatot.

"Ini yang menarik, saya sudah 18 tahun jadi Ketua RW, tapi selama ini saya nggak pernah tegur atau keluarkan SP sama warga. Nah, untuk orang ini sudah dua kali saya tegur dan kasih surat peringatan. Iya, warga lapor ke RT, lalu RT lapor ke saya. Sebagai RW saya wajib menegur," sambungnya.

"Karena dia (Gatot) ini orangnya meresahkan, mengganggu kehidupan bertetangga. Ramai terus rumahnya, dikunjungi orang ganti-ganti. Dan itu sampai malam bahkan sampai pagi," pungkas Louis.

Ungkapan sang ketua RW di atas senada dengan Rency Milano, kakak Elma Theana. Ya, Rency sebelumnya menyebut jika Gatot memang sering membawa banyak wanita ABG yang berbeda-beda ke tempatnya.

(kpl/abs/gtr)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING