SELEBRITI

KPPAD Minta Kasus Audrey Berakhir Damai, Anji Merasa Miris

Rabu, 10 April 2019 12:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Anji tanggapi kasus Audrey © KapanLagi/Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Aksi penganiayaan yang dilakukan 12 orang siswi SMA kepada Audrey di Pontianak tengah jadi sorotan seluruh publik Tanah Air. Warganet berharap agar para pelaku mendapat hukuman yang sepantasnya agar kejadian serupa tak terjadi lagi.

Namun rupanya tak semua orang punya opini sama. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat berharap agar kasus ini berakhir dengan damai saja. Menurut mereka, para pelaku masih duduk di bangku sekolah dan masa depan-nya harus dilindungi.

Tentu saja statement dari KPPAD itu memancing emosi dari warganet yang ingin keadilan ditegakkan, tak peduli status dan usia dari para pelaku. Hal senada juga diungkapkan oleh Anji.

1. Backup Orang Penting?

Kabarnya, salah satu pelaku punya back-up orang penting, sehingga hukum bisa saja disetir. Seperti kebanyakan warganet lainnya, Anji berharap agar kasus ini bisa diusut hingga tuntas dan para pelaku dapat hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.

"SAYA SETUJU DENGAN ZIANA. Menurut saya yang harus dilindungi adalah korban, bukan para pelaku yang tidak merasa bersalah dan santai saja posting boomerang di kantor Polisi. Kabarnya, pelaku punya backup orang kuat di sana. Ini yang harus dicari tahu," tulis Anji pada caption foto postingannya.

2. KPPAD Tak Terima?

Pada postingannya itu, Anji mencoba untuk membela @zianafazura, sebuah akun yang menyuarakan dukungan untuk Audrey. Alasannya, @zianazafura dilaporkan oleh KPPAD gara-gara salah satu kritikan yang ditulisnya.

"Lalu saya membaca berita, akun Ziana dilaporkan @kppadkalbar untuk tweet ini. JIKA BENAR, miris sekali. Apalagi jika pemilik akun @zianafazura sampai dinyatakan bersalah. Saya harap itu hoax," sambung Anji.

"Saya berharap para pelaku dihukum untuk kasus bully dan kekerasan yang terjadi terhadap Audrey," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING