Lukman Sardi: Malaysia Benar-Benar Kelewatan
Lukman Sardi
Kapanlagi.com - Kejengkelan pun dirasakan oleh aktor berbakat Lukman Sardi, setelah mengetahui tari Pendet dari Bali, diklaim sebagai milik Malaysia. Putra violis Idris Sardi itu seperti tidak habis pikir dengan tindakan negara tetangga itu.Dengan mimik serius, aktor berbakat Lukman Sardi berkata, "Malaysia benar-benar kelewatan. Masa tari Pendet juga diklaim sebagai miliknya". "Bagaimana bisa...?" katanya singkat dengan wajah yang masih memperlihatkan mimik terheran-heran. Ditemui di sela-sela rangkaian promo film MERAH PUTIH di Jakarta, akhir pekan lalu, Lukman mengaku prihatin dengan pengakuan Malaysia terhadap kekayaan budaya Indonesia itu. Namun, lanjut pria kelahiran Jakarta 38 tahun silam itu, pengakuan Malaysia atas tari Pendet harus menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk lebih serius melindungi kekayaan dan keragaman budaya yang ada. "Sekarang ini kan...rasa nasionalisme kita aja sudah menurun. Bagaimana kita bisa mempertahankan budaya kita. Jangan, ketika diklaim pihak asing baru kita tersadar," tuturnya. Nominator pemeran pendukung pria terbaik Festival Film Indonesia 2005 Jakarta itu mengemukakan, "Kalau bukan kita sendiri yang peduli dengan bangsa dan negara Indonesia dengan segala keragamannya, siapa lagi?". Penyandang gelar The Best Actor Bali International Film Festival 2006 tersebut mengaku, rasa nasionalismenya semakin mantap setelah bermain dalam film MERAH PUTIH arahan sutradara Yadi Sugandi. Film yang menghabiskan dana sekitar Rp60 miliar itu merupakan bagian pertama dari Trilogi Kemerdekaan, yang merupakan produksi bersama PT Media Desa Indonesia dan perusahaan film internasional Margate House Ltd. Cerita film tersebut berlatar belakang sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia, tepatnya ketika agresi militer Belanda yang dipimpin Van Mook pada 1947 ke Jawa Tengah.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/dar)
Advertisement
