Suami Muzdalifah Punya Masalah Ini Dengan Adik Istri Pertamanya

Kamis, 06 Juli 2017 22:25 Penulis: Helmi Romadhon
Suami Muzdalifah Punya Masalah Ini Dengan Adik Istri Pertamanya Muzdalifah © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Beberapa hari terakhir ini publik dihebohkan dengan kabar perceraian Muzdalifah dengan Khairil Anwar. Belum genap 2 bulan menjalin biduk rumah tangga, mantan istri Nassar KDI itu siap untuk mengambil langkah tegas menceraikan Khairil.

Alasannya tak lain karena Muzdalifah merasa dibohongi, karena sang suami terlilit hutang termasuk pada adik ipar istri pertamanya sendiri, Evi, Lisda Chandra. Tapi masalah Lisda bukan hanya sekedar hutang. Ia juga mengaku merasa sakit hati dengan perkataan Khairil.

"Dia mengatakan bahwa pekerjaan marketing adalah seorang pelacur. Saya tidak suka itu. Kakak saya kerja saya masukan karena apa? Karena selama dua tahun ditinggalin dia tidak nafkahin. Dan kemarin terakhir sebelum dia menikah dengan Muzdalifah, Khairil Anwar meminta kakak saya untuk bekerja sebagai marketing karena marketing adalah pelacur. Kalau kamu mau jadi pelacur, kamu belajar sama adekmu," cerita Lisda saat dijumpai di Senayan City, Kamis (5/7).

Muzdalifah siap menceraikan suaminya © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaMuzdalifah siap menceraikan suaminya © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

"Itu yang tidak saya terima. Sampai saya bisa sukses seperti sekarang ini, saya tidak pernah meminta uang sepeser pun dari Khairil Anwar. Saya pernah mendengar kabar tentang kedekatan dan pernikahan dengan Muzdalifah pertengahan April, tapi saya tidak pernah mengambil tindakan apa-apa. Sudah itu saya mendengar kata-kata itu terlontar dari Khairil Anwar di forum keluarga dan sampe ke telinga saya jadi angkat bicara, siapa itu Khairil Anwar?" lanjutnya.

Bukan tak mungkin Khairil nantinya akan dilaporkan atas masalahnya dengan Lisda. Henri Indraguna, pengacara Lisda pun menjelaskan undang-undang yang bisa menjerat Khairil.

"Ya nanti kita lihat dulu sejauh mana, kalau masalah uang kan masuknya ke 372 penggelapan dan 378 ancamannya adalah 4 tahun. Kalau dipandang perlu nanti kita masukan ITE 27 ayat 3, 310 311 KUHP, kita lihat aja nanti. Kalau misalkan tidak di medsos atau hp ya berarti 310 atau 311 KUHP," pungkas sang pengacara," pungkas Henri.

(kpl/aal/mhr)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING