SELEBRITI

Mengenal Sindrom TTTS, Penyebab Mirror Sindrom Pada Janin Kembar Irish Bella

Selasa, 08 Oktober 2019 12:18 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Irish Bella dan Ammar Zoni © instagram/dierabachir

Kapanlagi.com - Penyebab kematian janin kembar Irish Bella sudah diungkapkan oleh dokter. Dua bayi perempuan tersebut dinyatakan meninggal dunia karena mengalami mirror syndrom yang disebabkan oleh Twin-to-twin transfusion syndrome atau TTTS.

Apa itu TTTS? Ini yang kemudian menjadi tanda tanya di kalangan awam. Biar lebih jelas, KapanLagi.com akan mengulas mengenai sindrom ini agar menjadi pengetahuan buat kita semua.


1. Apa itu TTTS?

Dilansir dari laman Halosehat.com, Twin-to-twin transfusion syndrome atau TTS adalah kondisi yang menggambarkan adanya terlalu banyak koneksi darah satu arah. Hal ini menyebabkan ketimpangan aliran darah yang tidak merata antara dua janin kembar yang ada di dalam janin.

Dr. Gatot Abdurrazak, Sp.OG yang menangani kehamilan Irish Bella menyatakan bahwa kandungan sang aktris mengalami kondisi satu plasenta dengan dua tali pusat.

Hal ini membuat aliran darah ke dua janin Irish tidak lancar. Satu janin mendapatkan aliran darah berlebih yang membuat jantung dan badannya bengkak, sementara satu janin lain perkembangannya terhambat.


2. Tidak Seimbang

Kondisi TTTS ini bisa membuat bayi yang menerima terlalu banyak darah akan berusaha untuk mengurangi kelebihan cairan di dalam tubuhnya. Caranya yaitu dengan mengeluarkan banyak urin, yang kemudian membuat air ketubannya semakin banyak di sekelilingnya.

Sementara janin kembarannya yang menerima sedikit darah, akan memiliki sedikit air ketuban pula. Atau bahkan tidak punya air ketuban sama sekali.


3. Tanda TTTS Bisa Dilihat Dengan USG

Untuk mengetahui apakah kehamilan kembar seorang ibu mengalami TTTS atau tidak, langkah utamanya adalah dengan melakukan USG. Ibu yang hamil kembar diminta lebih rutin melakukan USG untuk cek perkembangan janin.

Jika pada kehamilan satu janin USG bisa dilakukan satu bulan sekali. Pada kehamilan kembar di usia janin 16 - 24 minggu, ibu disarankan untuk melakukan USG setiap 2 minggu sekali.

Selama fase ini, jika ditemukan tanda-tanda TTTS, maka dokter akan melakukan USG mingguan untuk cek keadaan lebih lanjut.


4. Apakah TTTS Bisa Diobati?

Jawabannya adalah bisa, tergantung pada tingkat TTTS yang dialami. Jika TTTS masih dalam fase sedang, dokter bisa menyarankan untuk mengeringkan cairan ketuban di kantung yang penuh untuk membantu memperbaiki ketidakseimbangan di dalam rahim.

Cara ini juga membantu mengurangi tekanan pada rahim ibu. Namun hanya bisa dilakukan pada kasus TTTS tingkat rendah saja.

Menurut Hallosehat.com, jika TTTS sudah dalam tahap yang parah. Langkah yang bisa dilakukan adalah menggunakan sinar laser untuk menutup pembuluh di plasenta. Cara ini akan membuat pasokan darah ke janin kembar lebih seimbang.

Namun pada kasus yang dialami Irish Bella, ia datang ke rumah sakit ketika TTTSnya sudah pada stage 4, yaitu kondisi bahaya. Janin yang menerima darah sudah bengkak jatung dan tubuhnya.


5. Menyebabkan Mirror Sindrom

Pada kasus Irish Bella, TTTS yang dialami kedua janinnya memicu Mirror Sindrom pada dirinya. Yang kemudian memicu preeklamsia, yaitu tekanan darah tinggi pada ibu hamil.

Kondisi ini kemdian menyebabkan plasenta terlepas dan membuat aliran darah kepada janin terganggu. Dan kemudian membuat kedua janin Irish Bella tidak dapat diselamatkan.

Kasus ini sangat jarang terjadi pada kehamilan, bisa dibilang langka. Dokter sudah menjelaskan kepada Irish dan Ammar, dan mereka bisa menerima kondisi ini dengan baik.

Semoga dikuatkan ya Irish dan Ammar.

(kpl/phi)


REKOMENDASI
TRENDING