Neno Warisman: Anak Butuh Tiga Kenyamanan

Kapanlagi.com - Artis sinetron yang juga aktivis pembela hak anak, Neno Warisman mengemukakan, seorang anak membutuhkan setidaknya tiga kenyamanan, yakni fisik, emosi dan spiritual yang harus dipenuhi oleh orangtua.

"Kenyamanan fisik itu hampir semua orangtua telah memenuhinya. Untuk kenyamanan emosi, orangtua wajib memberikan apresiasi yang tulus terhadap setiap apa yang dikerjakan anak. Setiap anak itu boleh salah," katanya dalam acara diskusi buku di Toko Gunung Agung, Surabaya, Kamis (29/7).

Diskusi yang dipandu praktisi pendidikan anak usia dini Irwan Renaldi itu membedah buku puisi karya Neno Warisman berjudul "Ijinkan Aku Bertutur". Buku yang diterbitkan PT Syaamil itu diberi kata Pengantar oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Sementara kenyamanan spiritual, katanya, meskipun ada kematian atau ada musibah lainnya, namun di dalam diri anak harus ditanamkan nilai bahwa hidup di dunia ini betul nyaman.

"Dengan menanamkan tiga kenyamanan itu, maka di dalam diri anak akan tumbuh sikap positif bahwa hanya Allah yang patut ditakuti. Dengan itu anak akan berkembang dengan baik," kata penyanyi yang juga sering membaca puisi itu.

Ibu dari tiga anak itu mengemukakan, anak ibarat cangkir yang masih rapuh sebagaimana dikutip dari salah satu puisinya dalam buku itu. Karena itu maka orang tua wajib menuangkan kasih sayang ke dalam cangkir itu.

Pada kesempatan itu Neno mengritik lembaga pendidikan yang telah merampas hak-hak anak untuk bermain. Perampasan hak itu bisa berbentuk kewajiban anak didik untuk meraih predikat tertentu, seperti rangking atau juara kelas.

"Sekolah seharusnya menjadi tampat yang menyenangkan bagi anak, bukan sebaliknya. Demikian juga dengan masyarakat lainnya, harus menghargai anak," katanya.

Ia mengaku prihatin karena baru-baru ini mendapatkan kenyataan ada seorang anak berusia 13 tahun sudah menghasilkan sebuah novel setebal sekitar 100 halaman, namun tidak dihargai oleh orang lain. Oleh orang tuanya, anak itu dibawa menemui seorang pengarang besar dengan menunjukkan karyanya.

"Namun apa yang terjadi? Anak itu kemudian mogok dan tidak mau menulis lagi karena saat bertemu dengan sang pengarang besar itu tidak dihargai sehingga anak merasa terpukul. Sayang, padahal anak itu sangat jenius," katanya.

Irwan Renaldi yang menjadi pemandu acara menambahkan bahwa pengarang besar itu berkomentar bahwa novel itu tidak ada latar belakang psikologisnya. Anak itu kemudian mengambil jalur lain yang kemudian menjadi juara dalam olimpiade Biologi.

Pada diskusi yang dihadiri ibu-ibu dan para guru itu Neno Warisman membacakan beberapa puisinya, antara lain berjudul "Dari Mana Cangkirmu Anakku?".

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending