Pasha Pernah Dipukul Handuk Oleh Almarhum Ayah Enda

Jum'at, 09 Maret 2018 16:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Pasha Pernah Dipukul Handuk Oleh Almarhum Ayah Enda Pasha dan Enda Ungu / Credit: KapanLagi - Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Enda Ungu saat ini tengah berkabung. Hari Kamis (8/3), sang ayahanda, Medjaja S Kusuma meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Beliau lalu dimakamkan di TPU Kemiri Rawamangun, Jakarta Selatan hari ini, Jumat (9/3).

Almarhum adalah sosok yang sangat disegani semasa hidupnya. Tak cuma Enda, bahkan anggota band-nya yang lain di Ungu pun segan pada sang almarhum. Meskipun begitu, sang almarhum tetaplah sosok yang sangat disayangi oleh Enda.

"Iya bener. Anak-anak Ungu paling takut sama dia, apalagi Pasha. Kalau lagi ngerokok ada dia, pasti langsung dibuang. Aku juga. Nggak pernah berani sama papa itu. Aura pemimpinnya kuat banget. Karena kita lalui susah sama-sama. Dia pernah gendong gue di belakang itu momen paling romantis. Waktu itu gue lagi sakit, nggak bisa jalan sampai muntah-muntah," ujar pria bernama asli Franco Wellyjat Medjaya Kumusah ini ketika ditemui diĀ TPU Kemiri Rawamangun, Jakarta Timur, Jum'at (9/3).

Endah tegar hadapi kepergian sang ayah / Credit: KapanLagi - Mathias PurwantoEndah tegar hadapi kepergian sang ayah / Credit: KapanLagi - Mathias Purwanto

Belum lama ini, Pasha ternyata pernah punya pengalaman yang unik dengan almarhum. Pria yang kini berprofesi seabagai Wakil Walikota Palu itu pernah dipukul oleh ayah Enda. Padahal kala itu, Pasha tengah dikawal oleh bodyguard.

"Ya gitu lah, bapak kan Sunda tapi kasar. Kayak kemarin ketemu ama Pasha pas ke Jakarta. Dia telepon bilang, tadi gue ketemu Pasha, gue pukul dia padahal dia bawa 4 bodyguard, tapi gue nggak takut. Pas aku ketemu Pasha dia juga bilang, tadi gue ketemu papi, gue dipukul pake handuk," kenang Enda lebih jauh.

Enda saat ini sudah ikhlas melepaskan kepergian sang ayah. Ia percaya jika ayahnya akan mendapatkan tempat terbaik di surga, mengingat selama hidupnya beliau juga sering melakukan amal baik.

"Papa kerja di masjid sebagai pengurus masjid. Makanya pas aku temani papa pas sakaratul maut bagus banget, meninggal di hari Jumat, disalati banyak orang. Yang semoga baik ya," pungkasnya.

(kpl/pur/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING