Ayahanda Meninggal Dunia, Enda Ungu Dapat Firasat Sebuah Mimpi

Jum'at, 09 Maret 2018 11:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Ayahanda Meninggal Dunia, Enda Ungu Dapat Firasat Sebuah Mimpi Enda Ungu / Credit: KapanLagi - Budy Santoso

Kapanlagi.com - Sebuah kabar duka kembali hadir di dunia hiburan. Hari Kamis (8/3) malam, ayahanda dari Franco Wellyjat Medjaya Kumusah alias Enda meninggal dunia, tepatnya di Rumah Sakit Islam Cempaka Mas. Awalnya kabar tersebut masih sekedar dugaan, namun gitaris dari band Ungu itu membenarkannya.

Enda lalu menceritakan kronologi dari kepergian sang almarhum. Menurutnya, sang ayah sedang dalam kondisi yang sehat. Namun beliau memang sempat dibawa ke ICU karena mengeluh perutnya sakit.

"Bapak sehat-sehat, kan selama ini bapak tinggal di Manado, dia ke sini mau ketemu cucu-cucunya. Dia datang sehat, dia main sama anakku, Zara dan tiba-tiba dua hari di sini beliau ngeluh sakit perut, dibawa ke rumah sakit subuh kemarin. Dan nggak sadar, dan tiba-tiba aku ambil keputusan di ICU, dan Allah berkehendak lain. Nggak ada (sakit), bapak kan punya riwayat diabet, pas di rumah sakit ini paling diabet kambuh pas di cek normal, jantung semua normal," jelas Enda saat ditemui di rumah duka Kawasan Sunter, Jakarta Pusat, Jum'at (9/3).

Semoga Enda dan keluarga diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini / Credit: KapanLagi - Budy SantosoSemoga Enda dan keluarga diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini / Credit: KapanLagi - Budy Santoso

Enda sendiri sempat dapat firasat dalam bentuk mimpi sebelum sang ayahanda tutup usia. Dulu ketika kakeknya meninggal, Enda juga mengalami mimpi serupa. Namun yang pasti, Enda sudah rela melepas kepergian sang ayah.

"Aku berfirasat lah ya, dari beberapa hari lalu dikasih mimpi bapak. Aku dah bilang sama istri dan orang deket. Mimpi gigiku tanggal, copot. Sebelumnya pernah mimpi gigi tanggal juga, nggak taunya kakek meninggal. Aku mimpi gigi tanggal dua minggu lalu. pas mimpi temen-teman Ungu gue whatsapp, gue ngingetin anak-anak Ungu untuk hati-hati. Mama di Manado juga aku hubungin, kan kembali lagi ke kita ya," sambungnya.

"Firasat nya itu berasa pas malam, 'Pap, Endah balik dulu ya, pamit dulu, kan yang jagain papi Endah nanti, sebelum pulang papi nggak boleh ke mana-mana ya, tungguin Endah', dah bapak sudah nggak bisa ngobrol ya. Pas balik lagi indikator jantungnya lemah. Dokter sudah usahakan dengan segala cara. Tapi aku dah nggak tega, aku kasihan lihat papa digituin ya," pungkas Enda.

(kpl/pur/gtr)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING