Pong Harjatmo: MPA Kalau Cabut, Cabut Aja

Pong Harjatmo: MPA Kalau Cabut, Cabut Aja Pong Harjatmo Foto: Deni

Kapanlagi.com - Menanggapi penarikan film luar oleh Motion Picture Association karena kenaikan pajak film luar yang tetapkan oleh Badan Bea Cukai, menurut Pong Harjatmo sah-sah saja. Dia menilai, di bandingkan kawasan Asia, Indonesia tergolong masih kecil mengenai tarif pajak ini.

"Pajak yang diberlakukan di beberapa negara di Asia itu besaran mana dari Indonesia? Kalo mau cabut ya cabut aja. Kan 21 itu kerja samanya sama importir, itu yang punya impor. Kalo diblokir namanya cari musuh. Kenapa saya katakan seperti itu, karena persyaratannya, kalo mall ada bioskop," ujar Pong saat dijumpai di star presentation film DREAM OBAMA di Papa Ron's Royal Parkline Apartement, Senin (21/2).

“Kalo mau cabut ya cabut aja. Kan 21 itu kerjasamanya sama importir, itu yang punya impor. Kalo diblokir namanya cari musuh.„
Pong Harjatmo

Pong mengatakan bahwa ini baru merupakan langkah pertama yang diterapkan oleh pemerintah dan tengah memproses langkah selanjutnya. Menurut Pong sikap tegas seperti ini sangat dibutuhkan.

"Ini baru langkah pertama yang dilakukan pemerintah, nanti akan ada perundingan lagi. Dan akan di cari win-win solution. Jangan mentang negara-negara besar," urai Pong.

Pong meluruskan jika MPA lah yang mengundurkan terlebih dulu mengenai kasus ini. "Dia (MPA) yang mengundurkan diri, jangan dibolak-balik. Efeknya 21 itu punya mereka," paparnya.

Mengenai dampak akan hilangnya film barat ini menurut Pong hanya orang kota saja. Namun dampak tersebut tak berlanjut terlalu lama, karena DVD/VCD masih bisa masuk ke Indonesia.

"Yang terasa betul orang kota yang ada mall dan 21 nya. Orang daerah di sanakan belum ada mall, gak merasakan. Itu masyarakat yang lebih banyak. Orang-orang kota pasti kalo gak ada film luar bisa beli cd nya," tukas Pong yang menyukai film TRANSFORMER.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dis/faj)

Rekomendasi
Trending