Putu Wijaya Memukau Masyarakat Surabaya

Kapanlagi.com - Aktor terkemuka, Putu Wijaya tampil menghibur masyarakat pecinta seni di Surabaya dengan sangat memukau saat membawakan lakon monolog berjudul 'Jangan Menangis Indonesia' di Balai Pemuda Surabaya, Rabu malam (1/6).

Ratusan penonton berjubel di gedung pementasan itu untuk menikmati permainan aktor kawakan yang juga pimpinan Teater Mandiri, Jakarta itu. Putu yang sudah tergolong berumur masih menampakkan staminanya yang prima selama sekitar 1,5 jam.

Ratusan penonton sesekali diajak untuk larut dalam kesedihan yang dibawakan Putu, namun tiba-tiba mereka diajak tertawa. Putu memang tampil serius sekaligus jenaka dengan berbagai masalah yang diusung ke atas panggung, seperti soal buruh, anak-anak, wanita jalanan hingga seoal pendidikan dan guru.

Penonton tampak bersorak panjang ketika Putu mengakhiri pementasan dengan kata-kata 'Jangan Menangis Indonesia' secara berulang-ulang.

Pementasan Putu yang juga dikenal sebagai penulis cerpen dan novel itu merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan Festival Seni Surabaya (FSS) 2005 yang akan dilaksanakan hingga 15 Juni 2005.

Pembukaan festival tahunan tersebut batal dihadiri oleh Manbudpar Jero Wacik karena sakit. Ia mewakilkan pada Deputi Bidang Kesenian dan Film, Dr Sri Hastanto.

Pembukaan yang dikemas dengan cara unik itu dipimpin Sri Hastanto sebagai konduktor. Seluruh perwakilan undangan, tokoh dan sponsor kegiatan tersebut didaulat memukul peralatan gamelan yang disediakan oleh panitia dipimpin Dr Sri Hastanto.

Acara pembukaan sempat diwarnai kericuhan karena adanya aksi copet yang memanfaatkan suasana. Seorang copet bahkan dibekuk oleh penonton dan kemudian diamankan oleh petugas.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending