Setelah Menikah, Ditmar Hadi Mulai Berjualan Kemeja Batik

Rabu, 17 Januari 2018 22:30 Penulis: Natanael Sepaya
Setelah Menikah, Ditmar Hadi Mulai Berjualan Kemeja Batik Ditmar Hadi © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi

Kapanlagi.com - Setelah menikah dengan Meity Sahabuddin, artis Ditmar Hadi fokus menekuni dunia bisnis fashion yang diberi nama DMR Tailor. Pria 32 tahun itu menjual berbagai macam pakaian batik dari berbagai daerah.

Ditmar Hadi mengatakan, ketertarikan membangun bisnis bidang fashion berawal dari hobinya yang sangat menyukai dengan batik. Menurutnya, setiap memakai batik, dirinya langsung 'dilirik' banyak orang. Dari situ, pemain sinetron Cinta Fitri 2 ini mulai menjalani bisnis fashon kemeja batik.

"Saya suka baju batik, saya keliling pakai baju batik. Terus orang-orang pada suka batik yang saya pakai. Temen tanya, 'batik lo bagus, beli di mana? Gua mau dong'. Dari situ, kenapa nggak dijualin aja? Nah, pas setahun kemudian peminatnya makin banyak. Ya dari teman ke teman, banyak yang mau. Akhirnya kenapa nggak produksi sendiri aja," kata Ditmar Hadi saat ditemui di Galaxy, Senin (13/1/2018).

© KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi© KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi

Melihat banyak peminat kemeja batik, Ditmar Hadi pun langsung membeli bahan kain batik untuk dijual. Yang menarik, kemeja batik yang dia jual ini hanya beberapa saja. Jadi, Ditmar Hadi hanya menjual satu batik saja setiap pemesanan. Itu dilakukan agar setiap batik yang dia jual tidak mempunyai sama dengan orang lain.

"Akhirnya beli bahan-bahan dulu yang nggak pasaran lah. Karena kalo kita pake, terus dia pake juga, kayak gimana gitu. Kalo bisa dipake cuma satu orang. Batiknya saya modif sedemikian rupa. Alhamdulillah punya butik sendiri," katanya.

Bahan kain batik yang dibeli oleh Ditmar Hadi tidaklah sembarangan. Demi mendapatkan bahan dan motif batik berkualitas, artis kelahiran Jakarta itu mengaku sampai mencari ke berbagai daerah di Indonesia.

© KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi© KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi

"Iya. Saya sampai cari ke Sulawesi, Makassar, Cirebon, dan kota-kota lain. Batik itu beda tempat, beda kualitas, beda gambar juga. Makanya saya kalo dikasi 10 medel kain batik, saya cuma ambil dua aja. Nggak banyak," ujar Ditmar Hadi.

Mengenai harga, Ditmar lebih memilih menjual dengan harga yang dinilai standar. Harga itu dinilai sudah murah, apalagi batik yang dijual mempunyai kualitas sangat baik.

"Bedanya dari kain, kayak sutra, batik tulis beda harganya. Kita memng start dari 800 ada, satu juta sampai ke atas juga ada. Orang bilang katanya lebih murah. Yang mesan ke saya itu ada satu orang aja, beli empat atau lima kemeja batik langsung. Itu karena murah. Saya juga nggak ambil untung banyak nggak apa-apa yang penting produksi tetap jalan, dan bisa bayar karyawan juga," tandasnya.

(kpl/far/ntn)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING