'SIEJINKWIE', Pementasan Baru Teater Koma

'SIEJINKWIE', Pementasan Baru Teater Koma Pementasan SIEJINKWIE DI NEGRI SIHIR di Graha Bakti Budaya TIM. Foto: Deni Mulyadi

Kapanlagi.com - Teater Koma menggelar pertunjukan SIEJINKWIE DI NEGRI SIHIR, 1-31 Maret 2012 di Graha Bakti Budaya TIM, Jakpus. Produksi mereka yang ke-126 ini menyadur roman karya Tionkengjian dan Lokdanchung. Selain cerita yang menarik, akan ada banyak kejutan dalam pementasan kali ini.SIEJINKWIE DI NEGRI SIHIR merupakan penutup kisah trilogi Siejinkwie. Kisahnya tentang Sietengsan, putra Siejinkwie, dan Hwanlihoa, perempuan perkasa yang seorang jendral Tartar. Tengsan dan Lihoa, diramal akan menjadi pasangan abadi. Tapi bagi keduanya, jalan menuju ke pelaminan penuh liku-liku dan menciptakan tragedi.Sutradara N. Riantiarno mengatakan butuh waktu lama untuk mempersiapkan produksi ini karena harus menulis ulang naskahnya berkali-kali. "Butuh 3 tahun untuk persiapan penampilan ini. Latihan 4-5 bulan intensif 5 hari seminggu. Dan sebulan sebelum pentas latihan kami tingkatkan 6 hari seminggu. Kami menggunakan wayang tavip untuk menyingkat durasi," ujarnya usai pementasan Selasa (13/3) yang ditonton guru dan mahasiswa atas undangan Djarum Bakti Budaya. Dengan adanya wayang tavip durasi pementasan yang semula 8 jam bisa disusutkan menjadi 4,5 jam.Nano, panggilan akrab sutradara, mengungkapkan bahwa pementasan ini saduran dari novel Tiongkok. Namun, dalam pementasannya dimasukkan unsur budaya Indonesia yang beragam. "Yang paling kental adalah masuknya batik dalam kostum pemain," terangya. Meskipun tampil sebulan berturut-turut, pentas ini tidak membuat bosan tim produksi yang tergabung di dalamnya. "Saya sendiri masih suka ketawa karena selalu ada yang baru dan lucu di setiap penampilan," tuturnya. Gemilangnya penampilan mereka membuat banyak guru dan mahasiswatertarik bergabung dengan teater Koma. Mengapresiasi ketertarikan penonton untuk bergabung dalam kelompok teater, Teater Koma membuka rekrutmen di setiap pementasan. "Syaratnya gampang bisa ngikutin kerasnya latihan kita, itu saja," timpal Ratna Riantiarno, pimpinan produksi. Renitasari, program director Bakti Budaya Djarum Foundation mengaku senang dengan antusiasme penonton dengan adanya pertunjukan ini. "Teater Koma menularkan semangat mencintai budaya dan negeri Indonesia. Karena itu kami bangga bisa mendukung produksi teater ini," katanya.   

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/uji/dka)

Rekomendasi
Trending