'SINTA OBONG', Tak Bermaksud Menyinggung Agama
Kapanlagi.com - Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Dewi mengaku tidak terlalu khawatir terhadap protes yang dilakukan oleh World Hindu Youth Organization (WHYO), terhadap film yang dimainkannya, SINTA OBONG atau REQUIEM FROM JAVA. Baginya, peran yang dimainkannya diangkat berdasarkan berdasarkan kisah kemanusian.
"Filmnya Requiem From Java ini dibuat berdasarkan cerita kemanusian. Saya memutuskan untuk ikut serta karena tergerak untuk melestarikan budaya bangsa kita yang sangat indah," kata Artika saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Lagipula, cerita yang kemudian dianggap menghina umat Hindu itu, menurut Artika adalah salah kaprah. "Saya menganggap itu salah persepsi saja. Nantinya, saya berharap semuanya akan mengerti. Karena film ini belumlah selesai," kata Puteri asal Bangka Belitung ini.
Lalu ketika ditanyakan tentang ancaman dari umat Hindu Militan, Artika terlihat tetap bersikap santai. Soalnya, dirinya mengaku terbiasa menghadapi sebuah protes. Waktu itu, Artika diprotes karena kepergiannya untuk menjadi wakil Indonesia pada Miss Universe oleh Front Pembela Islam (FPI). Dan ini menjadikannya lebih kuat menghadapi perbedaan.
Advertisement
Makanya, ketika WHYO memprotes film garapan Garin Nugroho tersebut, ia menyambutnya cukup positif. Dengan adanya kritik semacam itu, ia beranggapan makin terbukanya kesempatan berdiskusi dan menambah wawasan tentang pengetahuan kitab Ramayana antara penganut Hindu dan seniman.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kl/zee/bun)
Advertisement

