Susah Bertemu Anak, Five Vi Laporkan Mantan Suami ke KPAI

Selasa, 02 Mei 2017 20:45 Penulis: Helmi Romadhon
Susah Bertemu Anak, Five Vi Laporkan Mantan Suami ke KPAI Five Vi © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Selama 14 tahun terakhir Five Vi merasa dipersulit oleh mantan suaminya, Iwan, untuk bertemu dengan putrinya sendiri. Pemain film TEROWONGAN CASABLANCA itu bahkan mengaku sudah tak pernah bertemu sang putri, yaitu Bilqis, selama satu tahun terakhir ini.

Awalnya Five Vi mencoba sabar, namun kini ia sudah tak mampu lagi membendung rasa rindu. Akhirnya, wanita 37 tahun itu pun memutuskan untuk melaporkan perkara ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Sudah 1 tahun gak sama sekali. 2008 ikrar untuk berdamai. Sering sekali mereka pindah tempat tinggal Malang Jakarta anak dibawa. Anak tidak boleh dibawa keluar rumah. Ketemu di ruang tamu, dan ada orang ketiga. Gak boleh diajak keluar. Saya tidak boleh telepon dan sms. Saya pikir ikhlaskan saja, sepertinya gak ada titik temu. Mungkin anak butuh curhat sama ibunya. Mungkin sebentar lagi. Anak saya tidak bisa menerima perasaan tidur sama ibunya dan lain-lain," ungkapnya saat ditemui di KPAI, Menteng, Jakpus, Selasa (2/5).

Didampingi pengacara, Five Vi datangi KPAI © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaDidampingi pengacara, Five Vi datangi KPAI © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

"Siang ini Five Vi melaporkan kasusnya ke KPAI terkait putusan pengadilan terhadap anak beliau. KPAI lagi menganalisis terkait putusan yang masih ada. Penyelesaiannya, ini sudah sangat lama. Kita lagi ari jalan keluar, lakukan asesmen. Dia sudah besar pasti ada proses yang harus dilalui. Putusan kuasa asuh dan eksekusinya, proses agak sulit. Ini menjadi tantangan bagi KPAI. Masih menarik jalan terbaik untuk anak," sambung Henry Indraguna, pengacara Five Vi yang ikut menemaninya dalam pelaporan kasus ini.

Laporan Five Vi pun disambut baik oleh pihak KPAI. Adapun komisioner Penanggung Jawab Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak KPAI, Rita Pranawati, menjelaskan bagaimana kasus ini akan diproses.

"Proses mediasi, asesmen anak, dan harapan anak. 14 tahun bukan waktu pendek melihat perkembangan anak. Opsinya itu yah mediasi saling berbagi hak asuhnya. Apapun putusannya, tadi sudah disampaikan pengasuhan bersama tidak ditutup," pungkasnya.

(kpl/pur/mhr)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING