Tompi Ungkap Harapannya Untuk Pilkada DKI Jakarta

Kamis, 02 Maret 2017 21:24 Penulis: Cinthya Septavy
Tompi Ungkap Harapannya Untuk Pilkada DKI Jakarta Tompi © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Suasana pilkada DKI Jakarta yang berlangsung hingga dua putaran tak ubahnya membuat banyak pendukung paslon berlomba-lomba menunjukkan keterlibatan mereka lewat berbagai cara. Salah satunya Tompi, totalitasnya bahkan membuatnya dituding menghina rakyat Aceh. Gara-gara hal ini, benarkah Tompi jadi takut saat pulang kampung ke Aceh?

"Enggak lah. Itu hanya sebagian orang yang kemakan berita. Buktinya teman-teman dekat saya pas tahu yang sebenarnya malah ikutan emosi," ujar Tompi saat ditemui dalam acara Book & Music Festival MocoSik di Jogja Expo Center (JEC), Senin (13/2) malam.

Lebih lanjut Tompi menilai jika tingkat partisipasi dan kepedulian masyarakat pada politik meningkat tajam dibandingkan dulu. Musisi yang juga seorang dokter bedah plastik dan fotografer ini mengungkapkan harapannya pada pilkada DKI Jakarta kini.

Tompi akui banyak masyarakat yang lebih melek politik © KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoTompi akui banyak masyarakat yang lebih melek politik © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto


"Positifnya dari Pilkada tahun ini adalah memperlihatkan bahwasanya bangak orang-orang yang peduli. Dulu kan orang bodoh amat. Zaman sekarang banyak orang yang ingin terlibat tapi ya konsekuensinya itu, semakin banyak juga orang yang merasa lebih berhak ngatur. Kita dan pemerintah harus siap untuk menjaga gesekan-gesekan yang berlebihan. Mungkin setelah Pilkada kita butuh duduk manis dan mulai mikirin, ngerunut lagi ke belakang sebenarnya apa sih yang terjadi," ungkapnya.

Seperti diketahui, Tompi beberapa waktu lalu sempat beradu argumen dengan komika Pandji di media sosial karena berbeda pendapat tentang masing-masing paslon Gubernur yang diusung. Tompi pun buka suara perihal kejadian tersebut.

"Ya saya sih biasa aja. Misalkan saya sekarang berbeda sama Pandji. Tapi kalau ketemu ya biasa aja, kalau abis sahut-sahutan di Twitter itu kita masih WhatsApp-an. Kita tetap ngobrol enggak ada masalah. Perkara dia mau ngedukung si A atau si B dan si C itu enggak ada masalah. Ya namanya dia kan timses pasti pengin ngegosok dong, yang salah kalau perlu kelihatan enggak salah, apalagi kalau enggak salah pasti digede-gedein supaya kelihatan makin bagus banget. Semua orang pasti akan melakukan hal yang sama tinggal kita belajar menerima hal itu saja," pungkasnya mengakhiri wawancara. 

(kpl/pur/cvn)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING