Yana Zein Meninggal Dunia, Andi Soraya Menangis Terisak-Isak

Jum'at, 02 Juni 2017 02:45 Penulis: Ahmat Effendi
Yana Zein Meninggal Dunia, Andi Soraya Menangis Terisak-Isak Andi Soraya ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Sebagai salah satu sahabat Yana Zein, Andi Soraya mengaku sangat kehilangan sosok sahabatnya itu. Saat datang ke Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (1/6), Andi Soraya pun menangis terisak-isak melihat jenazah sahabatnya.

Ia tak menyangka Yana meninggal karena sebelumnya ia terlihat sudah sehat saat pulang berobat dari China. Sebelumnya Yana Zein memang sempat menyatakan kanker yang ada di tubuhnya sudah hampir 100 % hilang, meski livernya masih harus diperbaiki.

"Aku kaget karena tiba-tiba ini kita mendapat berita yang sangat mengejutkan karena kita pikir ini nggak mungkin terjadi. Kita pikir Yana sudah bisa terselamatkan karena dia memang dari dulu tahu penyembuhan yang baik untuk dia adalah dia pergi ke Tiongkok. Aku juga dapet kabar dari Lingga (sahabat Yana). Aku pikir dia bercanda, mungkin masih koma, tapi pas aku telepon anaknya kok ini sudah di rumah duka, ternyata Yana sudah nggak ada," ujar Andi Soraya.

Di mata Andi Soraya, Yana Zein adalah pribadi yang sangat unik dan menyenangkan. Yana Zein meninggal dunia di usia 44 tahun dan meninggalkan dua putri remaja yaitu Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine.

Andi Soraya merasa kehilangan sosok Yana Zein. ©KapanLagi.com/Bayu HerdiantoAndi Soraya merasa kehilangan sosok Yana Zein. ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Yana itu sosok orang yang nggak gampang sama orang. Itu bukan berarti dia orangnya suka milih-milih teman ya. Tapi Yana itu adalah orang yang punya karakter yang unik. Jadi harus orang-orang yang benar-benar mengerti dia. Dia susah klik sama orang, tapi kalau dia sudah klik dia akan mengganggu, terserah dia mau ganggu jam berapa saja. Itu dia kalau sudah dekat sama orang," kata ibu dua anak ini.

Meski sangat sedih dan merasa kehilangan, Andi bersyukur karena sekarang Yana sudah tidak merasakan sakit lagi. Ia pun berdoa yang terbaik untuk sahabatnya itu.

"Waktu tadi aku liat jasad Yana aku cuma bilang 'Yan sudah nggak sakit ya? Sudah tenang ya? Sudah nggak ngerasain apa-apa? Mungkin sudah yang terbaik. Aku doain semoga Allah bisa bukakan pintu maaf. Ringankan semua sehingga Yana diterima di sisi Allah. Karena cukup sudah ya penyakit yang diderita Yana bukan penyakit yang enak. Setiap hari dia akan alami hal-hal yang menyakitkan. Semoga itu bisa jadi penebusan atas apa yang Yana perbuat di masa lalu," pungkas Andi.

(kpl/rhm/sjw)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING